oleh

IBI Gelar Pelatihan Midwifery Update

Pemilik STR Tahun 2017-2018 Menjadi Prioritas

LINGGAU POS ONLINE, BELALAU – Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Kota Lubuklinggau, laksanakan pelatihan midwifery update. Pengurus yang Surat Tanda Register (STR) mereka hampir habis, menjadi prioritas dalam pelatihan yang dilaksanakan, di Jalan Soekarno-Hatta KM.5 No.29, Belalau I Kecamatan Lubuk Linggau Utara I.

Ketua IBI Cabang Kota Lubuklinggau, Nurmalina mengatakan, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan strategis yang memiliki tugas dan fungsi, memberikan pelayanan kebidanan untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak. Khususnya kesehatan zepzodulasi perempuan dan tumbuh kembang bayi dan balita.

Untuk itu dalam pelatihan ini, pihaknya mengundang narasumber dari pengurus IBI provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kedua SPOG dan SPA Kota Lubuklinggau, dokter kandungan dr Julius Ralin, dokter spesialis anak dr Putri, Ketua IBI Provinsi Sumsel Hj Siti Aisyah, Sekretaris Hj Ratna Astuti, dan Ketua II Tattha.

“Banyak ahli telah membuktikan, bahwa meningkatkan status kesehatan ibu dan anak dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas, dimulai sejak dini. Yaitu sejak sebelum hamil, atau dimulai dari masa remaja sesuai dengan siklus kespro,” ungkapnya.

Pengawasan kesehatan ibu sebelum hamil sangat menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan, demikian juga pengawasan kehamilan dan persiapan kelahiran. Serta kesiapan menjadi orang tua merupakan bagian yang sangat penting menjadi perhatian seorang bidan.

“Bidan juga sebagai mitra perempuan dan menjadi role model bagi keluarga. Oleh karena itu, kesiapan bidan untuk memberikan pelayanan kebidanan berkualitas, menjadi kebutuhan yang mendasar, bidan yang dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat harus mematuhi peraturan perundangan yang berlaku,” ucapnya.

Bidan yang akan menjalankan praktik atau pelajaran keprofesiennya harus kompeten, yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi (sertifikat profesi).Dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan No.36 Tahun 2014 pasal 46, bahwa setiap tenaga kesehatan yang praktik harus memiliki izin.

“Izin praktik diberikan dalam bentuk surat izin praktik bidan (SIPB), sebagai bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah (Dinas Perizinan Terpadu ) kepada bidan yang akan menjalankan praktik kebidanan setelah memenuhi persyaratan,dan untuk mendapatkan SIPB syaratnya adalah STR yang masih berlaku,” bebernya

Dalam acara pelatihan tersebut digelar selama tiga hari dari pukul 10.00-17.30 WIB, yang di ikuti oleh 40 orang peserta,dari Lubuklinggau yaitu dari bidan RS Kota Lubuklinggau,bidan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan bidan praktik swasta.

“Ya,kami mengadakan acara ini yaitu dalam memperpanjang STR yang dalam tahun ini akan segera habis. Acara ini adalah acara rutin bahkan dalam satu tahun digelarkan tiga kali, tergantung dengan masa berlaku STR tersebut,” jelasnya

Tujuannya dalam acara ini yaitu salah satu kegiatan pendidikan berkelanjutan dengan memberikan penyalahgunaan, meningkatkan dan mempertahankan kompetensi bidan sesuai dengan perkembangan terkini, khususnya pelayanan kebidanan,” tuturnya

Harapannya, untuk bidan di Kota Lubuklinggau sehingga pelayanan kepada masyarakat, yang kita inginkan sesuai dengan standar, jadi ilmu-ilmu kebidanan yang baru bisa kita update ulang, dan diharapkan setelah sudah melakukan pelatihan ini bukan hanya memperpanjang STR saja, tetapi untuk diterapkan ke lapangan,” harapnya. (CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita