oleh

IAI Al-Azhaar Sukses Adakan Wisuda Angkatan X

LINGGAU POS ONLINE – Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar tergolong dalam tiga PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang sudah sukses jadi institut. Meski usianya masih muda, namun perkembangannya tergolong pesat.

Hal ini dikemukakan Koordinator Kopertais Wilayah VII Sumbagsel Prof. Dr. Sirozi, Ph.D saat menyampaikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan X IAI Al-Azhaar Lubuklinggau, di Ballroom SMart Hotel, Kamis (31/10/2019).

Pesatnya perkembangan IAI Al-Azhaar, menurut Prof. Sirozi tak terlepas dari kerja keras pengelolanya baik di Yayasan Permata Nusantara Al-Azhaar maupun jajaran rektorat.

Disamping itu, perkembangan IAI Al-Azhaar juga tak terlepas dari arahan dan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

“Maka Kopertais Wilayah II berterima kasih kepada Pak Wali, karena terus berkomitmen memajukan pendidikan. Membantu seluruh perguruan tinggi, khususnya PTKIS secara signifikan,” tuturnya.

Prof. Sirozi menyampaikan, saat ini kita berada di era industri 4.0. Maka, penting bagi para sarjana, calon sarjana, maupun generasi muda mengetahui kompetensi apa sebenarnya yang harus dimiliki sarjana saat ini. Dari hasil survei seluruh profesor seluruh perguruan tinggi dan perusahaan, ada 20 kompetensi yang harus ada pada sarjana.

“Namun saya hanya akan menyampaikan tiga kompetensi terpentingnya. Pertama, kemampuan berkomunikasi dengan baik. Sebab, kemampuan ini bisa membuka peluang sarjana untuk mendapatkan akses bekerja,” tuturnya.

Kompetensi kedua, sarjana diharapkan memiliki integritas, yang terbukti dengan kejujuran dan kedisiplinan.

“Mau pintar bagaimanapun, kalau tidak jujur dan tidak disiplin maka seorang sarjana tidak akan dapat kepercayaan orang. Karena inilah bagian tersulit dari pendidikan. Integritas itu akan hadir bersama hati dan pikiran kita. Banyak orang-orang pintar tapi tidak jujur,” tuturnya.

Kompetensi ketiga, kata Prof. Sirozi, seorang sarjana wajib punya kemampuan untuk membangun human relations (hubungan baik) sehingga bisa kerja dalam tim.

“Biasanya penyakit orang pintar itu merasa baik sendiri bisa kerja sendiri. Padahal kerja dalam tim itu penting,” tegasnya sembari mengharapkan para sarjana IAI Al-Azhaar memiliki tiga kompetensi tersebut.

Ia juga mengapresiasi perjuangan para Rektor maupun Ketua PTKIS yang harus berjuang mencari uang untuk menghidupi lembaga. Maka Rektor dan Ketua PTKIS yang dapat amanah ini sudah pasti, seorang yang punya komitmen dan kesabaran tingkat tinggi.

“Kita doakan semoga pengurus yayasan dan rektor IAI Al-Azhaar Lubuklinggau bisa terus berkontribusi dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam menggerakkan sumber daya yang ada untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa,” imbuhnya.

Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan X yang dipimpin Rektor IAI Al-Azhaar Zuhri ini juga dihadiri anggota senat Keta Program Studi (Kaprodi) PIAUD Desi Tri Anggraini MTPd, Kaprodi PGMI Meilida Eka Sari MPdMat, Kaprodi MPI Reni Marlena, MA, Kaprodi BKI Desi Seplyana, MPd, Ketua Lembaga Bahasa IAI Al-Azhaar H Artiyanto, Lc, MA, Wakil Rektor 2 Drs. Habibullah Angkasa, Wakil Rektor  I Nasution, SAg, MPdI, Dekan Tarbiyah Agussalim, MPdI, Dekan FEBI Muhammad Saleh, SHI, MEI, serta Dekan Dakwah dan Komunikasi Islam Aris Sutrisno, SH,MA.

Sementara Rektor IAI Al-Azhaar Lubuklinggau, Zuhri selain mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati, ia juga mengabarkan, saat ini IAI Al-Azhaar sedang menanti proses visitasi re akreditasi tiga Prodi. Yakni Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Bimbingan Konseling Islam (BKI) dan Ekonomi Syariah (ESY). Ia berharap dukungan Kopertais Wilayah VII agar cita-cita bisa reakreditasi ini segera terwujud, mengingat peningkatan status akreditasi itu keharusan sebagai bukti peningkatan layanan untuk mahasiswa dan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Zuhri mengapresiasi perhatian Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang sangat perhatian dengan Yayasan Permata Nusantara Al-Azhaar yang mendapat bantuan pembangunan pondok senilai Rp1 miliar.

“Tapi Pak Wali, khusus untuk IAI Al-Azhaar-nya belum. Untuk saat ini, kami belum perlulah bus-bus besar. Dapat Innova jadilah,” tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pada kesempatan itu pula, Zuhri menyampaikan bahwa dari 66 mahasiswa yang diwisuda tersebut, 80 persennya sudah bekerja. Tinggal sekitar 20-an orang lagi yang belum bekerja. Oleh karena itu, ia berpesan kepada para sarjana ini tetap menjaga adab. Karena adab di atas ilmu.

“Jadilah sarjana yang bermanfaat. Karena kontribusi kalian di masyarakat juga mengharumkan nama IAI Al-Azhaar,” tuturnya.

Pada momen itu, apa yang diminta Rektor IAI Al-Azhaar ternyata langsung dijawab oleh Walikota Lubuklinggau. Ia memastikan tahun depan IAI Al-Azhaar akan mendapat satu unit bus besar dari Pemkot Lubuklinggau.

Wisuda kali ini, bukan hanya wisudawan yang mendapat siraman ilmu. Para tamu undangan pun bisa mendapat hikmah dari orasi ilmiah yang disampaikan Guru Besar Universitas Sriwijaya Prof. Dr.  Fakhrurrozie Sjarkowi, M.Sc.

Ia mengungkapkan, posisi sekarang pemerintah membagikan Rp3,5 miliar dana untuk setiap desa di Indonesia. Nusantara ini punya 80.000 desa. Hanya saja, belum 80 desa yang berhasil menggerakkan ekonomi desa yang sukses menuntaskan kemiskinan dan mendongkrak kemakmuran daerah.

Di sinilah peran sarjana agama dan sarjana umum jebolan 4.800 Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia.

“Bagaimanapun, tidak  mungkin menggerakkan  ekonomi rakyat dari bawah tanpa peran serta sarjana agama yang akan menyentuh dengan nilai agama dan sarjana umum yang akan menyentuh masyarakat dengan Iptek-nya,” tutur Prof. Fakhrurrozie.

Maka, pesan dia, agar mudah diterima masyarakat dan bisa berkontribusi membangun ekonomi dari bawah, pertama, lakukan apapun sesuai petunjuk Allah dan tuntunan Rasullullah.

“Kedua, pakai pengalaman dengan modal kecil sekalipun. Jangan baru buka usaha sudah pinjam bank. Soal SDM, pakai yang ada di keluarga. Jika dua strategi ini diikuti, maka apa yang dilakukan para sarjana kelak bisa menggugurkan dosanya dan mendapatkan tiket ke surga,” ungkapnya yakin.

Jika konsep bergerak dari bawah, ini kita lakukan maka akan muncul produk yang khas dari 500-an kabupaten/ kota di Indonesia. Dengan masing-masing keunggulan komoditi kabupaten/kota maka akan terjadi perniagaan antar kabupaten kota.

“Hal itulah yang akan jadi penguat persatuan dan kesatuan Indonesia. Oleh karena itu,sekali lagi kepada seluruh alumni, tolong diingat Allah akan menaikkan derajat orang-orang yang senantiasa mengasah iman dan meningkatkan ilmunya,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Rektor IAI Al-Azhaar juga memberikan piagam penghargaan untuk para wisudawan berprestasi, yang meraih nilai terbaik per fakultas. Dari Fakultas Tarbiyah ada Erna Susilawati, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ada Dewi Anggraini dan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam ada Oon Kunaefi. Momen bahagia ini juga disaksikan sanak keluarga para wisudawan-wisudawati. (*)

Laporan: Sulis

 

Rekomendasi Berita