oleh

Humas Protokol Muratara Lahirkan Kader Handal

Sukses Adakan Diklat Formal Bidang Keprotokolan dan Kehumasan

BAGIAN Humas dan Protokol Setda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Formal Bidang Keprotokolan dan Kehumasan 23-26 April 2018. Acara yang diikuti 50 pegawai itu terpusat di Hotel Dafam Lubuklinggau, Jalan HM Soeharto, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Kabupaten Muratara, Aan Andrian kepada Linggau Pos menjelang penutupan Diklat, Kamis (26/4) menjelaskan, untuk mengoptimalkan pemahaman peserta Diklat, ia mengundang widyaiswara dari Kementerian Sekretariat Negara, Sandra Herawanto yang menyampaikan materi tentang Etiket dan Etika Keprotokolan. Selain itu, dihadirkan pula narasumber Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), DR Mery Fananda menyampaikan materi tentang Kehumasan, Ahmad Taufik menyampaikan materi soal Keprotokolan, dan kemarin, Direktur PT Wahana Semesta Linggau (Penerbit Harian Pagi Linggau Pos), Solihin menyampaikan materi tentang Kehumasan dan Pers.

Aan Andrian mengatakan, dengan dilaksanakannya Diklat tersebut ia optimis akan menghasilkan output SDM di masing-masing OPD, Bagian dan Camat yang mengetahui tugas-tugas keprotokolan, dan bisa diimplementasikan dalam kerja sehari-hari.

“Outcome-nya, akan terbentuk kemandirian SDM dalam gugus tugas keprotokolan baik di OPD, kecamatan maupun bagian dalam rangka sinkronisasi tugas keprotokolan dengan Humas dan Protokol Setda Kabupaten Muratara,” jelas Aan lagi.

Dengan begitu, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Muratara selaku pelaksana humas dan protokol akan sangat terbantu.

“Karena dalam Diklat itu, diajarkan cara menyambut pejabat mulai turun dari mobil, menyusun acara, mengatur tempat duduk pejabat, posisi mendampingi pejabat, dan masih banyak lagi. Narasumbernya juga sangat berkompeten. Dengan modal ilmu ini, bisa jadi bekal 50 orang yang 70 % ASN dan 30 % TKS ini untuk menunaikan tugas kehumasan dan protokoler di instansi masing-masing,” imbuhnya.

Materi yang dipaparkan para narasumber dalam Diklat tersebut, merupakan skill penting. Dan setiap OPD, kecamatan, maupun bidang membutuhkan SDM tersebut.

“Selama ini OPD, kecamatan maupun bagian ketika mengadakan acara selalu autodidak. Bahkan kami juga harus turun. Nah, setelah kegiatan ini, 50 orang yang sudah mengikuti Diklat tersebut akan jadi pioner untuk membentuk tim protokoler dan humas di OPD, kecamatan dan bagian masing-masing. Tim ini lalu akan disahkan oleh Kepala OPD tersebut. Sehingga jadi bagian yang sah, tugas maupun fungsinya,” jelas Aan lagi.

Ke depan, Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah mengikuti Diklat itu setiap kali memiliki kegiatan, akan menjadi pembuat konsepnya, yang punya gagasan. Karena SDM humas dan protokol itu harus punya inisiatif, proaktif, dan improvisasinya tinggi.

Sementara itu, Bupati Muratara H Syarif Hidayat yang hadir untuk menutup Diklat Formal Bidang Keprotokolan dan Kehumasan, kemarin menuturkan ia sengaja datang ke Ballroom Temam Hotel Dafam karena kegiatan yang diadakan Bagian Humas dan Protokol Muratara ini penting.

“Kegiatan ini sangat penting. Oleh karena itu, saya sangat mendukung kegiatan ini. Harapan saya, kegiatan ini rutin dilakukan untuk meningkatkan skill keprotokolan dan kehumasan SDM kita. Ke depan, saran saya adakan juga Diklat Tata Naskah Dinas, karena selama ini belum seragam bentuknya,” jelas Bupati Muratara.

Menurut Bupati, seorang protokol bukan hanya piawai membawakan acara. Tapi harus piawai mengatur seluruh kegiatan di organisasi tersebut.

“Termasuk sampai menerima telepon. Itu kalau di organisasi ada aturannya,” kata Bupati.

Ia juga menilai saat ini, tidak sedikit ASN maupun pegawai di Muratara belum menyadari bahwa kita ini pelayan masyarakat.

“Kita ini pelayan publik. Oleh karena itu, sistem layanan kita juga harus bagus. Termasuk cara kita komunikasi saat melayani mereka. Kita ini pelayan masyarakat,” tegasnya lagi.

Usai menyampaikan sambutan itu, Bupati Muratara juga menutup Diklat ini. (02)

Rekomendasi Berita