oleh

Hukum Belum Beri Efek Jera

DR (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi

DR (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi tidak setuju Miras di Perda-kan. Pendapatnya itu ditegaskan, berdasarkan pandangan pribadi maupun secara kelembagaan.

“Miras itu sudah dipastikan perbuatan kotor. Merupakan kotoran dari perbuatan syaiton. Apapun alasannya itu dalam Alquran Miras haram,” tegasnya, Sabtu (25/11).

Ia menilai penegakan hukum di Indonesia yang belum melahirkan efek jera bagi pedagang maupun konsumen Miras.

“Si distributor dan pemilik pabriknya luar biasa pendapatannya. Yang merasa efek buruknya tetap rakyat. Sadar atau tidak sadar itulah faktanya. Memangnya negara tanpa Miras nggak maju? Brunai, Saudi Arabia, Emirat Arab tanpa Miras buktinya mereka maju. Justru negara dengan Miras diatur dengan bagaimanapun tetap bermasalah. Karena yang diatur ini barang haram. Ya efeknya jelas nggak baik,” ungkapnya.

Miras tak hanya bahaya untuk kesehatan, DR (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi mengingatkan, bahwa Miras efeknya lebih besar dari itu.

“Anak-anak jadi korbannya, pemborosan dana juga, apa itu suatu keuntungan? Kalau ditanya, secara pribadi dan kelembagaan saya tetap tidak pernah setuju, kalau Miras di-Perda-kan. Karena jelas itu bertentangan sama Allah SWT. Harusnya memang ditiadakan, jangan ada pabriknya, jangan juga ada yang jualnya. Di manapun dilarang,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita