oleh

Hujan 6 Jam, Sebabkan Banjir dan Jembatan Roboh

LINGGAUPOS.CO.ID – Imbas hujan deras selama enam jam, Kamis (22/4/2021) menyebabkan beberapa desa banjir dan satu jembatan roboh di Kecamatan Kecamatan Pasema Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang.

Desa yang banjir adalah Desa Pamasalak Air Mayan dan Padang Gelai, serta Pagar Jati, sementara jembatan yang roboh adalah penghubung Lawang Agung dengan Bandar Agung.

Kades Lawang Agung Dermawan mengatakan bahwa jembatan tersebut digunakan masyarakat untuk beraktivitas baik membawa hasil tani, maupun aktivitas pulang pergi masyarakat sekitar.

“Jembatan penghubung Desa Lawang Agung dan Desa Bandar Agung, penyebabnya hujan deras dari pukul 12.00 sampai pukul 18.00 WIB, terjadilah banjir dan jembatan roboh,” ungkap Dermawan.

Sementara itu, Camat Paiker, Noperman Subhi membenarkan terjadi nya jembatan ambruk dan terjadi luapan air sungai di beberapa titik desa diantaranya Desa Pamasalak Air Mayan.

“Pasemah Air Keruh diguyur hujan deras, akibat hujan tanpa henti beberapa wilayah terjadi luapan air yang mengakibat beberapa wilayah terjadi banjir dan mengakibatkan kerusakan diantaranya Pamasalak Air Mayan, yang mengakibat ruas jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, ada juga rumah penduduk yang diterjang air yang mengakibatkan mereka harus mengungsi ketempat yang aman, ” ungkap Noperman.

Dikatakannya, hal tersebut dikarenakan meluapnya air di Desa Air Mayan yang diperkirakan berasal dari bukit yang mengakibatkan banjir bandang, air pun membanjiri wilayah di Desa Padang Gelai, baik jalan maupun bangunan.

“Restoran yang dikelola Kepala Desa Pagarjati tidak luput dari terjangan meluapnya Sungai Air Keruh. Yang lebih tragis, luapan air Sungai Air Keruh merobohkan jembatan yang menghubungkan Desa Bandar Agung ke Desa Lawang Agung,” terbangnya.

Sisi lain, staf di kantor camat Pasemah Air Keruh, Firman menjelaskan saat pulang kantor jam 16.00 WIB dirinya sempat melintasi jembatan. Namun posisi jembatan saat itu belum roboh dan masih bisa dilalui.

“Menjelang magrib baru roboh diterjang banjir sehingga tidak bisa dilalui lagi. Masyarakat yang mau keluar masuk Desa Lawang Agung harus melalui jalan alternatif baik lewat Jugung Plangas maupun Air Blondo,” ungkapnya.

Masyarakat sekitar pun berharap pihak yang terkait segera turun kelapangan untuk mengatasi masalah banjir sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali secara normal. (*)

Rekomendasi Berita