oleh

Hotspot Terdeteksi di Empat Kecamatan

Masyarakat Diminta Waspada

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Dua pekan terakhir masyarakat di Kabupaten Musi Rawas (Mura) merasakan cuaca yang terasa sangat panas. Ternyata hal ini disebabkan banyaknya titik api (Hotspot). Dan, dibuktikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura yang berhasil mendeteksi hostpot di empat kecamatan yang memiliki hotspot.

BPBD Musi Rawas menggunakan aplikasi Lapan yang berfungsi untuk mendeteksi hotspot di seluruh wilayah Kabupaten Mura.

“Memang beberapa hari ini kita mendeteksi ada hotspot di Kecamatan BTS Ulu, Jayaloka, Sukakarya dan Selangit. Akan tetapi hotspot ini hanya sementara, artinya siang muncul, ketika sore hari langsung hilang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Mura, Paisol ditanya Linggau Pos, Selasa (19/6).

Paisol mengakui jika saat ini pihaknya mengikuti perkembangan hotspot dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Kemudian menggunakan aplikasi Lapan yang sangat sensitif ketika ada titik api.

“Aplikasi ini sangat ampuh sekali, karena sekecil apa pun api tersebut langsung terpantau. Ini tentu saja mempemudah bagi kita untuk dalam bekerja, karena ketika hotspot itu muncul, kita langsung ke lapangan untuk mengecek,” papar Paisol.

Meski sudah ada hotspot, akan tetapi kondisi ini belum terlalu mengkhawatirkan. Walau demikian, Paisol meminta agar masyarakat tetap waspada karena bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja.

“Mulai awal Juli hingga September 2018, BMKG sudah memprediksi akan terjadi kemarau panjang. Sehingga sejak jauh-jauh hari pemerintah sudah membentuk tim pencegahan Karhutla. Bahkan beberapa titik lahan gambut sudah dilakukan pencegahan dengan membuat kanal,” imbuh Paisol.

Lebih lanjut Paisol menyebutkan jika SDM yang ada di BPBD Mura sudah dilakukan pelatihan hingga saat terjadi bencana bisa sigap untuk menanganinya.

Sementara itu, Camat Selangit, Christiandi saat diminta tanggapannya mengenai hotspot di wilayahnya mengatakan, hotspot yang muncul itu belum sampai menimbulkan kabut asap.

Kendati demikian, masyarakat di imbau untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat di imbau untuk tidak membakar saat membuka lahan. Dampak Karhutla sangat luar biasa dan merugikan semua pihak. Pencegahan harus ditingkatkan, karena lebih efektif dari pada pemadaman,” tegasnya. (04)

Rekomendasi Berita