oleh

Hoaks Dicek Pakai Helikopter

JAYAPURA – Jika di Jakarta, polisi hanya butuh tim siber mengungkap isu hoaks, namun hal itu berbeda dengan di Papua. TNI yang menjadi pintu pemberantasan berita hoaks mengerahkan puluhan anggotanya bersama satu unit helikopter hanya untuk mengecek kebenaran berita tersebut.

Kejadian itu berawal pada Minggu (6/1) pagi. Warga Papua dibuat resah atas isu wabah Muntaber yang menyerang Mimika. Isu ini bergulir setelah beredarnya kabar sejumlah warga di enam kampung di Distrik Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Amar, Kabupaten Mimika meninggal akibat muntaber.

Dari penuturan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi,TNI mendapat info ini dari staf Distrik Mimika Barat Tengah bernama Fransisco. Disebutkan, salah seorang balita dikabarkan meninggal dunia akibat muntaber di Desa Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah. Sang balita ini tak bisa tertolong karena beratnya medan minimnya layanan kesehatan di sana.

Dari keterangan Fransisco, puskesmas tempat tinggal balita tersebut yakni Desa Wakia sudah lama tak beroperasi. “Kemudian warga berusaha datang ke Puskesmas Amar namun disana tim medis kewalahan karena pasien terlalu banyak,” ujarnya.

Selang beberapa saat, perintah Danrem 174/ATW Brigjen TNI Raden Agus Abdurrauf pun keluar. Jenderal bintang satu beserta rombongan langsung ke lokasi melakukan pengecekan kabar burung tersebut. Sebanyak 38 personel diterjunkan melalui jalur laut ke kawasan tersebut. Jarak lokasi kejadian ke kota Mimika 75 Km dengan medan yang berat. Lokasinya pun hanya bisa ditempuh melalui jalur laut dan udara.

Selain lewat laut, operasi verifikasi berita itu juga menggunakan Hellikopter jenis Bell 412 EP. Namun sayang, sesampai di lokasi, Danrem beserta rombongan malah disuguhi cerita yang membuat hati mendidih. Dari keterangan warga, tidak ada balita yang sakit sebagaimana yang diberitakan alias hoaks.

“Yang warga ketahui, hanya ada seorang bayi yang meninggal tapi bukan karena sakit namun karena proses persalinan yang tidak ditangani dengan baik,” ujar Aidi.

Tim berangkat membawa bantuan obat-obatan dan semuanya sudah diserahkan kepada kepala Puskesmas untuk digunakan masyarakat bila membutuhkan. “Tidak Benar terjadi wabah penyakit diare, muntaber, itu berita hoaks,” tandasnya. Atas kabar bohong tersebut, TNI mendapat PR baru mencari dalang penyebar isu hoaks tersebut.(lan/fin/tgr)

Rekomendasi Berita