oleh

Hj Rina Resmikan Rumah Batik

KOTA Lubuklinggau saat ini memiliki Rumah Batik, tepatnya di Jalan Mawar Merah, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Rumah Batik ini diresmikan oleh Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana didampingi Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, serta dihadiri FKPD, dan SKPD di lingkungan Pemkot Lubuklinggau, Selasa (23/1).

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana mengungkapkan, kehadiran rumah batik ini guna mengembangkan kegiatan membatik, menenun dan membordir baik dari segi kualitas hingga kuantitas.

“Rumah batik untuk mengembangkan batik Kota Lubuklinggau untuk pengrajin dan masyarakat, juga bisa belajar membatik dari pembatik dan penenun yang ada di rumah batik,” ungkap Hj Rina sapaan ibu empat orang anak ini.

Hj Rina mengaku sudah lama menantikan Rumah Batik ini diresmikan.

“Lubuklinggau meruapkan kota pemekaran, mulai dari rancangan, caranya yang mudah, sering ciptakan dan mencetak motif yang berbeda menjadi ciri khas,” ungkap Hj Rina.

Diakui Hj Rina, sudah tiga tahun lalu Lubuklinggau sudah ada batik khas, namun tentunya tidak boleh puas dengan satu jenis batik saja.

“Alhamdulillah, sekarang rumah batik mengeluarkan lagi jenis batik-batik baru,” ungkapnya.

Terpisah, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe Lubuklinggau memiliki ciri khas batik durian dan bunga Lingga, dan berbagai jenis lainnya.

“Uapaya dari pemerintah bagaimana mendatangkan orang ke Lubuklinggau. Inilah efek ekonominya kepada kita, dari dulu memang harus banyak kreatif,” kata H SN Prana Putra Sohe.

Terpisah, Owner Rumah Batik Lubuklinggau, Yudi mengaku, pada sebelumnya rumah batik hanya mengeluarkan jenis batik durian saja, namun kali ini akan ada jenis batik baru.

“Dalam peresmian ini, kami mengeluarkan jenis batik baru. Yakni batik jenis cap, yang bergambar wisata Kota Lubuklinggau. Seperti Wisata Bukit Sulap, Air Terjun Temam, dan Watervang,” jelasnya

Yudi mengaku, saat ini Rumah Batik Lubuklinggau mempunyai dua jenis batik, yaitu batik tulis dan batik cap.

“Harapannya, kedepan batik di Kota Lubuklinggau dapat diterima oleh masyarakat Kota Lubuklinggau, baik itu Batik Duren maupun jenis lainnya,” harapnya.(20)

Komentar

Rekomendasi Berita