oleh

Hindari Maag, Setop Merokok

Direktur RS Siti Aisyah, Dr Mast Idris Usman
“ Gejala maag, biasanya diawali dengan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, cepat kenyang, sensasi kembung, mual, dan muntah..”

DISPEPSIA, atau yang lebih akrab disebut maag, adalah rasa tidak nyaman pada perut bagian atas yang timbul-tenggelam dan bisa dirasakan oleh siapa saja.

Maag dialami oleh hampir 40 persen orang dewasa setiap tahunnya dan 10 persen di antaranya mencari pertolongan medis.

Meskipun bukan penyakit yang berat, maag dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, karena itu perlu mengetahui bagaimana cara mencegah maag.

Direktur RS Siti Aisyah, Dr Mast Idris Usman E menerangkan gejala maag, biasanya diawali dengan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, cepat kenyang, sensasi kembung, mual, dan muntah.

Apa penyebab maag?

Menurutnya, sampai sejauh ini masih belum jelas mekanisme bagaimana seseorang bisa menderita maag. Bisa dua kemungkinan. Pertama, menurunnya pergerakan saluran cerna, dan kedua meningkatnya asam lambung.

Penurunan kerja saluran cerna ini menjelaskan adanya gejala mual, muntah, rasa cepat kenyang, dan perut kembung. Sedangkan peningkatan asam lambung menjelaskan adanya gejala nyeri ulu hati dan rasa terbakar pada dada.

Menurutnya, untuk mencegah maag tidaklah sulit, namun membutuhkan kedisiplinan yang seringkali diabaikan.

Pertama, bagi perokok, kalau sudah mengalami gejala maag hentikan sekarang juga.

Sebab, nikotin dalam rokok memiliki efek relaksasi otot, sehingga otot saluran pencernaan yang seharusnya mempertahankan agar isi lambung tidak naik ke atas menjadi lemah.

Hal ini menyebabkan refluks asam lambung, serangkaian gejala gangguan pencernaan yang ditandai dengan rasa terbakar pada dada akibat asam lambung yang naik.  Perokok juga cenderung mudah batuk, di mana setiap kali batuk perut akan tertekan sehingga semakin memperbesar risiko asam lambung naik.

Selain rokok, alkohol dan coklat juga memiliki efek yang mirip dengan nikotin.

Lalu, saran dia, ubah pola makan.

Hindari makan hingga terlalu kenyang karena jika isi lambung terlalu penuh maka isi lambung bisa naik ke tenggorokan.

Lalu, kurangi konsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam seperti makanan pedas, jeruk, dan kopi. Makanan atau minuman bersifat asam memicu rasa nyeri pada ulu hati.

Selain itu, hindari makan sebelum tidur karena meningkatkan risiko naiknya isi lambung. (dtk/tbs)

Rekomendasi Berita