oleh

Hilang Sejak Rabu

SEMENTARA itu, salah seorang kerabat korban Hariono (45) mengatakan, Warnadi terakhir meninggalkan rumah sejak Rabu (13/12) lalu. Ia menceritakan, pada hari itu korban diminta oleh orang tuanya untuk membantu menyerak bibit kol di kebunnya, kawasan Suban Ayam.

Saat itu, korban diberi uang Rp 20.000 untuk membeli minyak kendaraan dan rokok. Namun, hingga korban pergi menggunakan kendaraan jenis Suzuki FU korban tak terlihat lagi. Karena beberapa hari tak kembali keluarga korban sempat menanyakan pada rekan-rekan korban namun tidak mengetahui keberadaannya.

Pihak keluarga sempat mendapat informasi Minggu siang kemarin mendengar ada mayat di kawasan Kawah Mati.

“Setelah mendapatkan informasi, malam tadi sempat mencari tahu dan kaget saat melihat ada kendaraan milik korban berada di kawasan jalan menuju puncak Gunung Kaba,” tuturnya, Senin (18/12) .

Keluarga, tambahnya, meyakini jika jenazah di sekitar Kawah Mati lantaran jenis kendaraan dan Nopol kendaraan yang saat ini dibawa ke Polsek Curup sama dengan kendaraan milik korban.

“Motor itu ditemukan di Jalan Patah di dekat puncak Gunung Kaba, jenis FU nopol BD 6613 KI, itu kendaraan korban,” jelasnya.

Saat ini, katanya, keluarga korban tampak masih histeris lantaran tak menyangka jika jenazah di kawasan Kawah Mati itu adalah Warnadi.

“Kalau selama ini tidak ada masalah, dia (korban) anak sulung empat bersaudara. Selama ini ia tinggal bersama keluarga di dekat Balai Desa Suban Ayam,”ceritanya.

Hingga berita ini naik cetak, belum diketahui persis penyebab korban tewas di jurang dekat dasar Kawah Mati. Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti rumah duka kawasan Suban Ayam. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita