oleh

Hibahkan Rp 500 Juta untuk SMAN 1 Lubuklinggau

-Pendidikan-459 dibaca

 

LINGGAU POS ONLINE, PELITA JAYA – Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMA Negeri 1 Lubuklinggau Selasa (21/11) baru saja meresmikan Kantin Sehat Smansa. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 1, dr H Abdul Rahman, Sp.OG, Kepala SMA Negeri 1 Lubuklinggau Zulkarnain, Korwas SMA, Agustaman dan Perwakilan Polres Lubuklinggau.

Kantin yang dibangun atas sumbangan dan kerjasama alumni SMA Negeri 1 Lubuklinggau itu kini diisi oleh delapan pedagang. Sebagai kantin sehat, Walikota mengingatkan agar makanan yang dijual oleh para pedagang pun harus memenuhi unsur gizi. Setiap bulan, Dinkes Kota Lubuklinggau melakukan pengecekan terhadap panganan yang dijual di kantin tersebut.

Masih pada kesempatan yang sama, Walikota sempat mengecek sound system yang digunakan Lan Bege Art Community untuk memeriahkan event yang juga dikemas dalam Pentas Seni (Pensi) itu.

Sehingga secara langsung, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe memastikan ia akan menghibahkan Rp 500 juta melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau untuk SMA Negeri 1. Untuk pengadaan 100 unit komputer, satu set sound system dan drum.

“Tadi kan Kepala SMA Negeri 1, Pak Zulkarnain cerita untuk menyelenggarakan UNBK, masih kekurangan komputer. Maka kami bantu. Pun dengan anak-anak Lan Bege bilang sound system dan drump untuk tampil ini masih sewa. Jadi menurut saya, bagaimana mereka mau semangat belajar kalau alatnya kurang. Padahal potensi mereka luar biasa. Maka karena SMA itu sudah dikelola Provinsi Sumsel, kami membantunya lewat hibah,” jelas bapak yang akrab dipanggil Nanan itu.

Selain apresiasi dari Walikota Lubuklinggau, Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Lubuklinggau dr H Abdul Rahman, Sp.OG pun turut bangga melihat SMA Negeri 1 saat ini. Apa yang diberikan oleh para alumni untuk SMA Negeri 1 (kantin sehat, red) menurutnya sebagai wujud syukur, berkat belajar di SMA Negeri 1 para alumni bisa sukses seperti saat ini.

“Saya juga pesan kepada anak-anak untuk benar dalam membaca diri. Kalau ini dilakukan serius, insya Allah sukses. Tapi kalau kita tidak benar dalam membaca diri, akan sulit bagi kita untuk berkembang. Yakinlah, setiap diri kita ini diciptakan Allah SWT dengan kelebihan masing-masing,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Koordinator Pengawas Pembina SMA Disdik Provinsi Sumsel Agustaman. Ia meminta kepada Walikota Lubuklinggau, sekalipun SMA/MA dan SMK sudah dikelola Provinsi Sumsel, agar tetap dilibatkan dalam event-event untuk memajukan dunia pendidikan Kota Lubuklinggau.

Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, H Tamri dan alumni SMA Negeri 1 Lubuklinggau mulai tahun 1973-1995 itu juga diisi dengan fashion show pakaian motif jumputan karya Deni dan Ayu Trisantika. Dikonsep dalam teater perjuangan, panggung juga dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi oleh Elfira.

Koordinator Lapangan Pentas Seni, M Nanda Perdana mengatakan ada 150-an anggota Lan Bege Art Community yang ikut serta memeriahkan kegiatan ini. Khusus vocalis, dipilih Elfira dan Nanda Rahma.

Penampilan yang disiapkan dalam sepekan terakhir itu mengusung tema perjuangan. Tujuannya, kata Nanda, untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme pelajar SMA Negeri 1 Lubuklinggau.

Tak hanya tari, pertunjukan teater yang disutradarai Bahin Abiu Basil dengan tokoh utama : Ivo (Udin) dan Vilsa (Linod) itu juga menyedot perhatian penonton. Menurut Nanda,teater ini tidak akan sukses tanpa dukungan aransemen musik juga kepiawaian Wanti dan Dinar Ayesha dalam menulis naskah.

Seorang wali siswa, Mersi Siregar mengaku bangga bisa menyaksikan penampilan putrinya Khofifah Erisayani Lubis.

“Saya datang sebagai orang tua sekaligus alumni Smansa tahun 1989,” jelasnya.

Usai kegiatan itu, Kepala SMA Negeri 1 Lubuklinggau Zulkarnain mengungkapkan syukurnya atas apresiasi banyak pihak yang men-support untuk suksesnya kegiatan ini.

“Saat ini SMA Negeri 1 menyandang predikat Adiwiyata mandiri. Predikat berbasis lingkungan tersebut tertinggi se-Indonesia. Dan mohon doanya, kami sedang berjuang untuk Adiwiyata Asean. Berharap dengan adanya Kantin Sehat Smansa, kami bisa mewujudkan itu,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Walikota Lubuklinggau. Sebab, tahun 2018 nanti ada 398 siswa yang akan UNBK. Komputer yang ada saat ini baru ada 60 unit. Dan masih butuh tambahan.
“Sebab idealnya, kami punya 150 unit komputer. dengan bantuan pak wali, semoga anak-anak kami bisa melaksanakan UNBK mandiri di sekolah,” harapnya.

Di akhir acara, dilakukan pula pembagian penghargaan untuk pemenang Short Movie Competitions. Lan Bege Art Community menganugerahkannya untuk kelas XII IPA.3 sebagai Juara I, Kelas XI IPA. 1 sebagai Juara II dan XI IPA.2 sebagai Juara III.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita