oleh

Hermen Diduga Tewas Tertembak

Keluarga Minta Kejelasan

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Anggota Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura) meringkus tersangka sekaligus Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas), sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (14/11).

Tersangka tersebut Hermen (36) warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Ketika ditangkap di kediamannya di Desa Karang Anyar, Hermen dalam kondisi sehat. Namun tersangka tiba-tiba dinyatakan meninggal dan jenazahnya berada di RS Siti Aisyah, pada pukul 14.00 WIB.

DPO lainnya yakni, Jubir (35) warga yang sama diduga hilang lolos melompat ke Sungai Rawas.

Ketika Linggau Pos ke RS Siti Aisyah, jenazah Hermen langsung diurus oleh petugas kamar jenazah dan dijaga ketat aparat kepolisian. Siapapun dilarang masuk kecuali petugas rumah sakit dan anggota kepolisian.

Sekitar pukul 17.00 WIB, sekitar 10 anggota keluarga Hermen tiba di RS Siti Aisyah. Salah seorang diantaranya H Akisropi Ayub.

Akisropi Ayub membenarkan ia merupakan bagian dari keluarga Hermen.

“Karena, saat ditangkap Hermen tidak melawan. Dia memang diborgol. Tetapi saat dapat kabar dari rumah sakit dikabarkan Hermen sudah menjadi mayat, maka dari itu kami datang ke sini ingin mengetahui kejadian sebenarnya. Sedangkan, Jubir terjun ke Sungai Rawas dan tidak diketahui selamat atau tidak diduga sempat ditembak,” kata Akisropi Ayub.

Setelah memberikan komentar kepada awak media, Akisropi Ayub beserta anggota keluarga Hermen langsung menuju kamar jenazah.

Setelah tiba di depan kamar jenazah, bertemu dengan Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Wahyu Setyo Pranoto beserta anggota lainnya kemudian masuk ke dalam kamar jenazah melakukan perbincangan. Sedangkan yang lain dilarang masuk.

Sekitar 15 menit, Akisropi Ayub beserta anggota keluarga Hermen keluar dan langsung pulang. Namun sempat memberikan keterangan kepada awak media.

“Hasil pertemuan, pernyataan dari kepolisian bahwa keluarga kami sempat melawan saat diamankan dan terjadi baku tembak dengan polisi. Tapi konfirmasi dari warga di dusun bahwa Hermen saat diamankan tidak melawan, menyerah dan langsung diborgol dibawa ke mobil dalam keadaan sehat, tetapi dapat kabar Hermen meninggal dan di rumah sakit,” jelasnya.

Akisropi Ayub menjelaskan, kalau memang Hermen ini terlibat kasus kriminalitas, DPO ataupun teroris sekaligus apabila menyerah tentunya akan diproses secara hukum karena negara kita hukum.

“Jadi kami masih nunggu. Kepastian kebenaran dulu kasus ini,” ucap Akisropi Ayub.

Sementara itu, keterangan dari salah satu saksi di lokasi penangkapan berinisial IN mengatakan bahwa memang ada penangkapan dilakukan polisi sekitar lima orang, kemarin siang di Desa Karang Anyar.

“Saat ditangkap Hermen dengan Jubir sedang ngobrol di depan rumah di Desa Karang Anyar. Polisi langsung memberikan tembakan peringatan ke udara, jangan bergerak. Hermen tidak bergerak dan menyerah tanpa melakukan perlawanan langsung dibawa ke mobil oleh polisi langsung dibawa. Tapi Jubir ini diduga bisa melarikan diri, terjun ke Sungai Rawas,” kata IN.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita