oleh

Herman Deru Raih PWI Award 2020

LINGGAUPOS.CO.ID – Kepedulian H Herman Deru terhadap insan pers selama ini tak sia-sia. Pria yang akrab disapa “Bang Deru” oleh rekan pers itupun dihadiahi Award dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel tahun 2020.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari didampingi Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar pada acara  Dialog Pers Nasional Bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru dengan tema “Pers dan Pemda Membangkitkan Semangat Rakyat di Tengah Bencana”, di Griya Agung, Kamis (6/8/20).

Dikatakan Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar, pemberian PWI Award 2020 ini sangat objektif karena PWI menilai Gubernur Herman Deru memang punya kepedulian yang besar terhadap perkembangan pers Sumsel.

Perhatiannya tidak terbatas pada pemberian sarana pendukung operasional PWI saja tapi juga HD dinilai berhasil menempatkan insan pers secara profesional dan proporsional.

“Bahkan saat pandemi seperti ini perhatian Gubernur juga besar sekali.  Pak Gubernur tetap memberikan perhatian dan kemudahan kerjasama dengan insan pers,” jelasnya.

Dikatakan Firdaus Komar, penghargaan ini semula hendak diberikan pada puncak peringatan HPN dan Pekan Olaraga Wartawan Daerah (Porwada) di Lubuklinggau April lalu.

“Namun karena Covid semua tertunda. Dan Alhamdulillah berkat support pak Gubernur pula acaranya dialihkan ke sini,” tutupnya.

Sementara itu dalam Dialog Pers Nasional Bersama Gubernur Sumsel dengan tema “Pers dan Pemda Membangkitkan Semangat Rakyat di Tengah Bencana”, diakui Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) sangat menarik.

Ia pun mengajak PWI selalu bersinergi agar mampu membawa masyarakat bangkit dari hantaman pandemi.

“Sesuai penyampaian awal saya tadi, ada dua fungsi. Pemprov punya regulasi dan punya metode solusi dan wartawan juga punya tugas sebagai lembaga informatif dan edukatif. Sinergi ini dibutuhkan agar regulasi penanganan Covid oleh Pemprov disajikan secara utuh dan akurat oleh media agar tidak salah penafsiran,” jelas HD.

Karenanya HD berharap media dalam menyajikan informasi ke masyarakat tidak membentuk opini sendiri melainkan menyajikan fakta dan data akurat. Tentunya dengan menghadirkan narasumber sesuai bidang misalnya untuk kesehatan yakni dokter khusus atau soal dampak ekonomi ke pakar ekonomi.

“Seperti soal protokol kesehatan. Itu kita lakukan bukan untuk membatasi tapi mencegah penyebaran namun tetap bisa beraktivitas dan produktif. Nah, informasi ini harus jelas ke masyarakat” jelasnya di hadapan puluhan wartawan senior di Sumsel.

Lebih jauh dikatakan HD, informasi mengenai bahayanya virus Covid ini juga mesti  diimbangi dengan solusi pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah. Karena itu saat menginformasikan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif juga mesti disertai pengendalian yang dilakukan termasuk penambahan jumlah pasien sembuh.

“Kalau ngomong soal Covid ini harus imbang dengan jumlah yang sembuh karena ini berdampak pada masyarakat. Kita khawatir masyarakat menjadi psikomatis gara-gara ini,’ ” imbuhnya.

Di sinilah peran media sangat dibutuhkan, sehingga tanpa mengabaikan protokol kesehatan  namun ekonomi tidak begitu hancur.

“Makanya saya bersyukur sekali ada pertemuan ini. Karena sosialisasi apapun dari pemerintah jika tidak disampaikan ke masyarakat akan jadi sia-sia,” jelasnya.

Ia pun berharap ke depan PWI terus menjaga marwahnya dengan menjunjung kode etik jurnalistik dalam penyajian berita. Sehingga PWI terus menjadi organisasi terpercaya bagi masyarakat.

“Saya yakin salah satu yang membuat PWI bertahan sampai saat ini adalah karena kepercayaan dari masyarakat,” tegasnya. (*)

Rekomendasi Berita