oleh

Herman Deru Melenggang ke Pilgub Sumsel 2018

PALEMBANG – Kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru-Mawardi Yahya akhirnya mendapat ‘tiket’ untuk maju dalam Pilkada serentak 2018. Tiket dengan 15 kursi ini diperoleh setelah mereka resmi didukung DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

“Informasi yang saya terima seperti itu, bukan hanya rekomendasi, tapi SK dukungan langsung. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini,” jelas bakal calon Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru kepada Linggau Pos, Kamis (21/12).

Sebelum mendapat SK dukungan dan ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), dia resmi mendapat dukungan dari PAN dengan 6 kursi dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) 5 kursi di DPRD Sumsel. Hanura dengan 5 kursi di DPRD Sumsel dipastikan menambah kuat dukungan partai menengah untuk dirinya.

Ia mengucapkan terima kasih untuk seluruh partai pengusung juga masyarakat yang menunjukkan dukungannya. Menurut Deru ini tercermin dari survei-survei masyarakat banyak yang mendukung Herman Deru-Mawardi.

“Dukungan Hanura ini tidak ada kaitannya dengan awalnya saya pernah mencalonkan diri jadi Ketua DPW Hanura Sumsel. Dukungan Hanura ini murni karena melihat hasil survei kami,” terangnya.

Dengan dukungan ini, tentu menjadi lengkap dukungan kepada Herman Deru-Mawardi untuk maju ke Pilgub Sumsel dengan tambahan kursi di DPRD.

“Total jadi 16 kursi, sebagaimana dibutuhkan untuk dapat maju mencalonkan dengan dukungan partai itu 15 kursi,” sambung mantan Bupati OKU Timur dua periode ini.

Sementara itu, Pengamat Politik DR Joko Siswanto menjelaskan, jumlah kursi dukungan politik itu hanya untuk persyaratan.

“Jumlah kursi memang kalau dari sisi partai menggambarkan jumlah pendukung. Tapi dalam Pilkada, lebih banyak yang melihat sosok figur. Saya berpendapat tidak selalu berhubungan positif antara dukungan partai dengan dukungan suara. Saran saya, setiap bakal calon gubernur harus kerja keras untuk mempengaruhi pemilih. Lebih banyak hati ke hati. Pemilih itu jangan disakiti, jangan dibohongi, jangan dijelek-jelekkan. Karena perasaan orang itu. Sekali disakiti, enggan memberikan kepercayaan,” terangnya.

Dosen FISIP Universitas Sriwijaya itu menjelaskan, bakal calon Gubernur Sumsel harus pandai merayu masyarakat.

“Sistem kampanye lebih baik door to door, dari hati ke hati,” jelasnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita