oleh

Herman Deru akan Keluarkan Pergub

PALEMBANG– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mencari upaya konkret dalam  meningkatkan harga getah karet rakyat di Sumsel. Salah satunya melalui  rapat dengan melibatkan semua unsur yang terkait.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat ditemui usai memimpin rapat yang digelar di Griya Agung Palembang, Jumat (1/2) petang menegaskan, dari hasil pembicaraan dengan pihak terkait  seperti jajaran Polda Sumsel, Gapkindo, Apkarindo, PTPN 7, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Palembang, Pusat Penelitian Karet  Balai Karet Sembawa.

Dari berbagai masukan, saran dan pendapat para peserta rapat ditarik kesimpulan kedepan harus  ada  perbaikan mutu dan kualitas getah karet  hasil produksi petani di Sumsel.
Perbaikan kualitas  getah karet tersebut dimulai dengan proses  pembekuan harus menggunakan asam semut yang fungsinya untuk menekan kadar air.

“Kita butuh peran serta dari semua  yang hadir ini. Untuk menyampaikan dengan masyarakat agar tidak lagi menggunakan cuka para dan tawas. Namun gunakan rekomendasi dari pemerintah yakni asam semut,”  tegas Herman Deru.

Karena harga  karet dipengaruhi harga dunia, maka Pemprov Sumsel lanjut Herman Deru akan membuat suatu formula yang diharapkan dapat menjawab keluhan petani karet selama ini.

Selain harus adanya peningkatan kualitas dan mutu. Juga harus dilakukan pemangkasan birokrasi produksi hingga karet masuk ke pabrik.  Salah satunya dalam waktu dekat akan dibuatkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerapan Tata Niaga Karet dan pembentukan UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) bertujuan sebagai sarana bagi petani untuk meningkatkan mutu karetnya.

“Nanti para UPPB ini akan kita lantik,  sehingga dapat menjalankan perannya melakukan pembinaan pada masyarakat sebagaimana dahulu ada PPL,” tambah Herman Deru.

Selain itu para petani karet di Sumsel  diupayakan dapat meningkatkan produksi getahnya melalui subsidi pupuk, dan subsidi  asam semut.

“ Yang lebih peting lagi kita akan upayakan agar petani memiliki alat ukur  kadar air. Jadi kedepan jangan ada lagi petani karet yang  justru melakukan tindakan curang dengan memasukan tatal kayu. Sandal jepit. Atau malah getahnya direndam. Tindakan ini justru akan merugikan petani sendiri. Sebab pabrik tidak akan mau membeli dengan harga tinggi. Jika petani tidak memperhatikan mutu dan kualitas getah,” imbuhnya.

Dia  berharap kedepan tidak ada lagi petani karet di Sumsel yang  menganggap pemerintah daerah tidak melakukan upaya dalam meningkatkan harga getah karet rakyat ini.

“Untuk itu kita akan buka akses informasi harga karet terkini. Disamping akan kita upayakan membuat hilirisasi. Dengan  membuka seluas luasnya peluang usaha membuat bantalan rel berbahan baku karet misalnya. Dan ini akan saya sampaikan dengan menteri perhubungan. Untuk pembuatan ban mobil, sepeda motor dan sepeda. Saya tegaskan harus terealisasi. Nanti pemanfaatannya diperuntukkan bagi kendaraan dinas,” tandasnya.(rls/end)

Rekomendasi Berita