oleh

Besok Hari Hepatitis Sedunia, Ini Penjelasan Soal Penyakit Hepatitis

LINGGAU POS ONLINE – Minggu 28 Juli 2019 , diperingati Hari Hepatitis Sedunia. Kegiatannya digalakkan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit hepatitis B dan hepatitis C serta mendorong pencegahan, diagnosis dan pengobatan.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ahmar Kurniadi, Sp.PD ada lima jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D dan E. Semua jenis ini menyebabkan peradangan hati, tetapi disebarkan dengan cara yang berbeda. Hepatitis virus A, B dan C dilaporkan memiliki jumlah kasus terbesar di seluruh dunia.

Hepatitis A pada dasarnya tidak berakibat pada infeksi kronis, tetapi pasien bisa terinfeksi jenis hepatitis ini jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A.

Sementara saat terkena hepatitis B, pasien biasanya akan mengalami sakit ringan yang berlangsung hanya dalam beberapa minggu, atau bisa berkembang menjadi kondisi kronis. Dalam kasus ini, pasien bisa berisiko terkena penyakit hati atau bahkan kanker hati.

“Cara penularan virus hepatitis B dari satu orang ke orang lainnya adalah melalui darah, air mani, dan cairan tubuh lainnya yang terinfeksi,” jelasnya, Jumat (26/7).

Sementara hepatitis C biasanya berkembang dari penyakit akut ke kondisi kronis. Jika pasien terinfeksi virus ini, bisa terkena sirosis hati dan juga kanker hati. Terpapar dengan darah yang terinfeksi adalah cara yang paling umum dari penularan hepatitis C.
Meski begitu, dr Ahmar menjelaskan, hampir semua penderita hepatitis A dapat disembuhkan dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Sementara penderita hepatitis B dan hepatitis C adalah cikal bakal dari penyakit hati kronis yang dapat mengakibatkan kerusakan sel hati, dan kanker hati.

“Gejalanya itu kehilangan nafsu makan, mual, muntah, sakit pada bagian perut, kelelahan, demam, sakit pada sendi-sendi tulang, mata dan kulit menjadi kuning. Kalau orang awam bilangnya penyakit kuning,” imbuhnya.

Jika harus merawat pasien hepatitis, penting bagi seseorang untuk memahami jenis-jenis virus dan juga tips keamanannya.

“Saran saya, hindari berbagi barang-barang pribadi. Kontak sederhana seperti berjabat tangan atau berpelukan tidak bisa membuat anda tertular virus. Darah dan cairan tubuh milik pasien hepatitislah yang menyebabkan penularan virus. Hepatitis A dan E bisa menular lewat liur, sementara hepatitis B, C, dan D bisa menular lewat darah dan air mani atau cairan vagina,” jelas dia.

Ia juga menjelaskan, jika kulit tergores atau rusak, maka akan lebih rentan terinfeksi. Untuk menghindari infeksi tersebut, sangat disarankan untuk tidak berbagi barang-barang pribadi dengan pasien hepatitis. Dengan tidak menggunakan bersama barang seperti alat cukur, jarum, sikat gigi, anting-anting, jarum pentul, peniti dan pemotong kuku sekalipun akan membantu kita membatasi kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh mereka yang terinfeksi.

“Pencegahan hepatitis A dan B bisa dengan vaksinasi. Ada bukti kuat bahwa penggunaan vaksin yang rutin bisa sangat membantu mengurangi jumlah kasus hepatitis A dan B yang baru-baru ini dilaporkan. Jika akan merawat pasien hepatitis, maka disarankan harus divaksinasi terlebih dahulu,” imbuhnya.

Lalu setiap saat kita harus membersihkan sesuatu yang bisa terkontaminasi oleh cairan tubuh seperti popok dan pakaian atau kain seprai kotor. Pastikan menggunakan sarung tangan, baju pelindung, dan masker wajah. Ini juga membantu menghindari cedera akibat benda-benda tajam seperti jarum.

Hepatitis ternyata tak hanya diderita orang dewasa. Namun, anak-anak hingga lansia pun rentan terkena penyakit ini.

**** Setop Konsumsi Makanan Berminyak

Bagi pasien yang sudah divonis hepatitis, maka disarankan tidak mengonsumsi makanan berlemak maupun berminyak.

“Hati itu kan mencerna lemak dan minyak. Kalau dia (hati,red) sakit maka kemampuan mencerna lemak atau minyaknya berkurang. Jadi istirahat dulu konsumsi makanan yang mengandung lemak maupun minyak,” saran dr Ahmar.

Ia juga menjelaskan, bahwa salah satu fungsi hati itu menghasilkan protein.

“Saat hati sakit maka tidak bisa menghasilkan protein. Maka pasien hepatitis perlu makan makanan yang mengandung protein. Tapi cara makan bukan dengan digoreng dan diolah pakai santan. Baiknya direbus atau dikukus,” pesan dia.

Pasien hepatitis juga dilarang kerja terlalu berat. Istirahat tubuh lebih penting. (lik)

Rekomendasi Berita