oleh

Hendak Amankan Demo Muratara, Oknum Polisi Tabrak Imam Masjid

LINGGAU POS ONLINE, TANJUNG RAYE – Senin, (13/11) pukul 14.30 WIB, sebuah mobil Patroli Sat Sabhara Polres Musi Rawas jenis Mitsubishi Strada warna hitam BG 4070 V yang dikemudikan oknum polisi inisial RR menabrak imam masjid, Roib (80). Mobil itu melintas dari arah Kota Lubuklinggau menuju Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Akibat kecelakaan itu, warga Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I tersebut meninggal dunia.

Insiden itu terjadi tak jauh dari jembatan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Kecelakaan ini cukup menghebohkan masyarakat sekitar, karena beberapa detik sebelumnya masyarakat mendengar ada suara kendaraan yang ngerem mendadak. Akibatnya, puluhan masyarakat berhamburan keluar rumah, guna melihat apa yang sebenarnya terjadi.

“Ada suara mobil ngerem mendadak. Jadi, kami langsung keluar rumah untuk mencari sumber suara. Saat itu, terlihat kalau almarhum (Roib) tergeletak dengan kepala mengeluarkan darah. Pada saat bersamaan turunlah enam orang dengan seragam polisi dari mobil jenis Strada, untuk melakukan penyelamatan terhadap almarhum, dan membawanya ke rumah sakit,” kata saksi mata, Wawan.

Menurut Wawan, korban merupakan Imam Masjid Ar Rahman yang berada di Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Walaupun, rumahnya cukup jauh dari sungai, namun korban hampir setiap hari mandi di sungai.

“Kami cukup kehilangan beliau. Karena korban merupakan pemuka agama,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Linggau Pos di lapangan, tak lama kemudian Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi turun langsung melihat kondisi korban.

Langkah penyelamatan Roib dilakukan dengan membawanya ke RSUD Dr Sobirin, namun nyawanya tak tertolong lagi.

AKBP Pambudi dan beberapa polisi berseragam lengkap ikut serta mengantar ke rumah sakit maupun ke rumah duka.

Dalam kesempatan itu, Lurah Tanjung Raya, Susilawati kepada Linggau Pos menerangkan, mobil yang menabrak almarhum Roib adalah kendaraan patroli Sat Sabhara Polres Musi Rawas.

“Dari informasi yang disampaikan Pak Kapolres saat ke rumah duka tadi (kemarin,red) Kanit Sabhara dan lima anggotanya ini hendak mengamankan lokasi demo ke Jalinsum, Kabupaten Muratara. Naasnya terjadi hal ini,” tutur Susilawati.

Pasca kejadian, anak-anak Roib sempat tidak terima karena secara tiba-tiba mereka harus kehilangan orang tua satu-satunya. Sebab istri Alm Roib telah meninggal setahun lalu.

“Pak Roib ini punya 10 anak. Tadinya anak-anak sempat tidak terima. Karena tadinya Pak Roib sehat, tapi diberikan pengertian. Akhirnya pelan-pelan mereka bisa mengerti,” jelas Susilawati.

Ibu yang akrab dipanggil Susi itu menuturkan, keseharian Roib memang rutin mandi di sungai pagi dan sore hari.

“Rumahnya itu ada kamar mandi. Tapi kebiasaan warga sini kalau tidak mandi di sungai tidak puas. Ini sudah kejadian kedua sepanjang 2017 warga kami tertabrak saat menyeberang jalan. Oleh karena itu, kami harap tolong kalau menyeberang pastikan situasi kanan dan kiri jalan,” pesan Susi.

Mengenai kondisi Roib, Susilawati memastikan almarhum belum pikun.

“Pendengarannya masih bagus dan bisa komunikasi. Jadi ini musibah,” imbuhnya lagi.

Setelah sempat dibawa ke RSUD Dr Sobirin, penyerahan jenazah Roib dilakukan Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi.

Lalu, kemarin putra-putri Roib dari Tanjung Enim dan Kelurahan Lubuk Kupang langsung datang. Pada pukul 19.30 WIB Almarhum Roib dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanjung Raya.

Sementara itu Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Lantas, AKP Sukiman membenarkan terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Jalinsum, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

“Memang ada enam anggota Sabhara Polres Musi Rawas. Di dalam mobil juga ada Kasat Sabhara. Namun yang mengemudikan ini anggota Sabhara,” terang AKP Sukiman, kemarin.

Saat ini, lanjutnya, enam anggota tersebut sedang dimintai keterangan.

“Kami berharap hal ini tidak terulang. Memang mayoritas Lakalantas itu terjadi karena human error. Bisa jadi kelalaian, karena kurang kehati-hatian. Maka, yuk kita utamakan kehati-hatian saat berkendara,” ajaknya.

Sebelumnya, AKP Sukiman menerangkan dari catatan Satlantas Polres Lubuklinggau 70 % Lakalantas melibatkan pelajar dan mahasiswa-mahasiswi.

“Memang usia 14-22 tahun itu rentan melakukan kesalahan, apalagi pelajar masih sering kebut-kebutan dan ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan” jelas AKP Sukiman.

Ia menerangkan, tahun 2014 ada 85 Lakalantas, 26 meninggal dunia, luka ringan 98 dan luka berat 36.

Sementara tahun 2015, 76 kali terjadi Lakalantas, 29 meninggal dunia, 48 orang luka ringan dan 46 orang mengalami luka berat.

Pada tahun 2016 terjadi 57 kali Lakalantas, 18 meninggal dunia, 32 luka berat dan 77 luka ringan.

Untuk tahun ini, imbuhnya mulai Januari sampai Juni 2017 tercatat 15 Lakalantas yang terjadi. Delapan korban meninggal dunia.

Guna mencegah adanya pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan helm, memasang spion, membawa surat kendaraan serta mentaati rambu-rambu lalu lintas. (11/05/16)

Komentar

Rekomendasi Berita