oleh

Hemodialisa Perlu Subsidi Pemerintah

LUBUKLINGGAU – Hemodialisa atau cuci darah yang dibiayai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ternyata tidak menguntungkan bagi Rumah Sakit (RS). Pasalnya, subsidi yang diberikan BPJS hanya Rp790 ribu untuk RS kelas C seperti Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau.

Sedangkan RS kelas B Rp900 ribu, dan RS kelas A lebih kurang Rp1.000.000. Biaya tersebut untuk pelayanan medis, dan obat-obatan.

Direktur RSSA Lubuklinggau, H Mast Idris mengakui dengan biaya subsidi Rp790 ribu sering membuat manajemen RSSA Lubuklinggau nombok.

“Kadang nombok, padahal mekanisme, jenis obat-obatan hemodialisa itu sama baik dengan RS kelas A, kelas B, maupun kelas C, tapi kenapa subsidi dari BPJS berbeda. Dengan besar yang disubsidi saat ini justru RS kelas C sering minus,” ungkap Mast Idris kepada wartawan, Jumat (18/1).

Ditambahkan Mast Idris, ada beberapa pemerintah kabupaten/kota daerah lain turut menyubsidi hemodialisa. Pria yang juga menjabat Ketua PMI Kota Lubuklinggau ini berharap hal ini juga diterapkan Pemkot Lubuklinggau.

“Selain BPJS harus menaikan tarif subsidi, Pemkot Lubuklinggau juga harus menyubsidi,” ungkapnya.

Sementara itu Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani mengatakan saat ini Pemkot Lubuklinggau fokus mendaftarkan warga kurang mampu ke BPJS.

“Kita selesaikan terlebih dahulu masyarakat kurang mampu didaftarkan ke BPJS,” tegas Rahman Sani.(nia)

Rekomendasi Berita