oleh

Hasil Tes Kesehatan Bapaslon Pilkada Musi Rawas Sudah Keluar, ini Hasilnya

LINGGAUPOS.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Rawas, Senin (14/9/2020) melaksanakan pleno hasil verifikasi syarat pencalonan dan syarat bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas 2020.

Pleno dilaksanakan di Gedung BLK Musi Rawas dihadiri Kapolres Musi Rawas, AKBP Efrannedy, Ketua dan Anggota Bawaslu Musi Rawas, pengurus partai pengusung Bapaslon, serta LO kedua Bapaslon.

Komisioner KPU Musi Rawas Divisi Teknis dan Data, Apandi mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan kedua bapaslon yang berkontestasi di Pilkada Mura 2020 tersebut, diterima pihaknya pada Sabtu (12/9), dari Ketua Tim Medical Check-Up (MCU) untuk Pilkada Serentak 2020 wilayah Sumsel di RSMH Palembang, dr Julius Anzar.

“Kesimpulan yang kami dapatkan melalui berita acara (BA) hasil pleno, yakni kedua bapaslon memenuhi syarat baik secara jasmani maupun rohani. Bahkan, keduanya juga dinyatakan tidak menyalahgunakan obat-obatan terlarang dan narkotika, serta tak terpapar Covid-19,” beber Apandi.

Apandi menerangkan, tahapan tes kesehatan tersebut, sesuai Keputusan KPU RI Nomor 412/PL.02.2-Kpt/06/KPU/IX/2020 tentang Pedoman Teknis Standar Kemampuan Jasmani dan Rohani serta Standar Pemeriksaan Kesehatan Jasmani, Rohani, dan Bebas Penyalahgunaan Narkotika dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wabup, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota 2020.

“Artinya, KPU Musi Rawas harus menerima BA hasil pemeriksaan kesehatan dari Tim Pemeriksa Kesehatan, untuk menetapkan para bapaslon lolos dari tahapan tes kesehatan. Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun,” terang Apandi.

Sedangkan, untuk hasil rekam medis kedua bapaslon, lanjut Apandi, tidak bisa dibuka untuk publik dan hanya bisa diketahui oleh tim kesehatan serta KPU Mura saja, sebab hal itu merupakan dokumen yang dikecualikan.

“Kalau rekam medisnya bersifat rahasia, tak bisa diinformasikan. Sebab, dalam aturan ada tiga item dokumen yang dikecualikan, yakni daftar nilai di ijazah kandidat, hasil pemeriksaan kesehatan, serta dokumen B-1.KWK perseorangan,” jelasnya. (*)

Rekomendasi Berita