oleh

Hasil Belajar Ku Selama Satu Semester

HAI… Sobat
Sudah weekand aja nih. So… saatnya kita berjumpa lagi ya, nggak bosan-bosannya nih hihi…

Sahabat Smarters sudah nerima hasil belajar nih selama 1 semester, akhirnya tiba holiday dong… Eth entar dulu guys kita nanya dulu sama sahabat Smarters kita gimana dengan rapotnya memuaskan nggak? Atau malah kecewa nih. Kayaknya ada yang lagi berseri-seri nih mukanya eh ada juga yang cemberut nih guys, kenapa ya kira-kira? Sahabat Smarters pada tahu nggak sih kenapa? Jangan-jangan… sudah ah guys langsung saja kita simak hasil teman-teman kita di bawah ini.

Mutiara, siswa SMAN 5 Model Kota Lubuklinggau, meraih juara umum 1 kelas Xl IPS.

Bisa dapat juara umum gimana ?

“Itu awalnya juga nggak yakin dengan diri sendiri bisa dapat juara umum, bisa dapat juara umum itu karena dapat ranking satu di kelas. Kuncinya kita nggak boleh ninggalin salat dan belajar jangan terlalu serius di bawa santai aja hehe,” tegas Mutiara.

Sistem belajarnya gimana ?

“Sistem belajar saya tidak terlalu giat, dan tidak terlalu rajin. Saya orangnya jarang belajar bisa dibilang saya anak yang pemalas tapi di kelas saya menjadi anak yang aktif. Kelebihan saya cuma satu yaitu mudah mengingat tapi saya juga mudah melupakan. Saya tidak terlalu pintar dalam mengerjakan soal-soal latihan, tapi saya punya cara saya untuk mengerjakan itu. Setiap malam saya tidak pernah belajar saya belajar jika saya ada PR (tugas) saya tidak terlalu ambil pusing dalam belajar. Saya dapat juara umum itu karena campur tangan Allah SWT, jangan pernah tinggalkan Allah, mintalah yang terbaik kepadanya,” ungkap juara umum 1 ini.

Gimana ngatur jadwal belajar sama mainnya?

“Sekolah kita kan fullday jadi di rumah saya nggak belajar lagi, saya main weekend saja, kecuali jika itu ada ulangan atau PR baru saya belajar,” katanya.

Gimana tanggapan orang tua dapat juara umum?

“Alhamdulillah masih seperti tahun kemarin bangga. Mereka mengucapkan syukur pertahankan prestasi mu jangan patah semangat, dengan dapatnya juara umum ini jangan menjadi anak yang sombong, jangan sungkan untuk berbagi ilmu dengan teman-teman,” ungkapnya.

Untuk pribadi gimana rasanya mendapat juara umum ?

“Senang luar biasa, bangga pada diri sendiri,” ungkapnya.

Les nggak?

“Tidak, karena bagi saya belajar di rumah sudah cukup,” jelasnya.

Nggak ngaruh nilai sama ekstrakurikuler?

“Alhamdulillah nggak, saya juga aktif dalam ekstrakurikuler di sekolah, selagi kita bisa membagi waktu insya Allah semua baik-baik saja,” tambahannya.

Harapannya ke depan bagaimana ?

“Semoga bisa dapat juara umum lagi, biar bisa masuk SNMPTN,” tutupnya.

Beda dengan teman kita yang satu ini Berna Rizky, siswa SMAN 3 Model Lubuklinggau, yang menggaku peringkatnya turun begitu drastis.

Kenapa bisa turun peringkatnya?

“Karena sudah jarang belajar lagi di kelas Xl ini, dan juga saingan di kelas banyak yang pintar jadi kita tersingkirkan,” tegas Berna Rizky, siswa SMAN 3 Model Lubuklinggau.

Sistemnya belajarnya gimana?

“Saya juga jarang belajar sih nggak setiap malam belajar kalau ada PR saya belajar dan juga di kelas saya jarang aktif sekarang,” jelasnya.

Gimana tanggapan orang tua setelah mengetahui peringkat turun?

“Yang jelas marah, tapi kata orang tua saya jadikanlah motivasi ke depannya, jangan sedih masih ada kesempatan lagi, belajar yang rajin dan tetap semangat,” ungkapnya.

Dengan pribadi sendiri rasanya gimana dengan peringkat turun?

“Jelas kecewa dengan diri sendiri dan hasilnya, tapi nggak perlu di sesalkan lagi kejar lagi di semester dua nanti masih ada kesempatan lagi, kecewa nggak ada gunanya sekarang lebih baik memperbaiki diri dengan nilai belajar,” ujarnya.

Harapan ke depannya bagaimana?

“Ke depannya teruslah belajar, belajar dan belajar, semoga ke depannya hasilnya nggak ngecewain lagi dan jangan tinggalkan salat karena berdoa dan berusaha yang paling penting,” versinya.

Apa perbedaan dengan semester sekarang dan sebelumnya?

“Perbedaannya berbeda banget nilai saya besar di semester yang kemarin peringkat 3 sekarang jadi peringkat 9 berbeda bukan. Tapi nggak apa ke depannya lebih semangat lagi,” tambahannya.

Kepikiran mau les nggak ?

“Mau sih tapi kalau biayanya ada mau banget kalau nggak ada belajar di rumah sudah cukup,” tutupnya(s4).

Rekomendasi Berita