oleh

“Harta Kehidupan Saya Kejujuran”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Lahir di Desa Pulau Panggung, 11 Desember 39 tahun yang lalu, Susilawati tumbuh menjadi perempuan yang tangguh. Sejak sekolah dasar ia sudah terbiasa hidup keras.

Oleh karenanya, ia memiliki harapan khusus. Untuk mewujudkan harapan tersebut, Susilawati menjadi sebagai Calon Legislatif (Caleg) Kota Lubuklinggau.

Sekelumit tentang kisah masa kecilnya, untuk memperoleh uang jajan Susilawati berjualan kacang goreng dan aneka penganan lainnya di sekolah.

Ketika duduk di bangku SMP-SMA, hal yang sama juga ia lakukan. Bahkan merambah menjual aneka aksesori pelajar perempuan seperti bando, pita.

Namun kali ini, bukan sekadar untuk jajan. Susi mulai berpikir untuk menabung. Untuk membeli seragam sekolah, buku pelajaran bahkan membantu keluarga dan saudara-saudaranya.

Tanpa ia sadari, jiwa wirausaha terpupuk dalam dirinya. Ketika duduk di bangku kuliah. Jurusan Bahasa Inggris STKIP-PGRI Kota Lubuklinggau, Susi dipercaya para pedagang besar di Pasar Atas.

Untuk menjadi reseller atas barang-barang mereka. Tanpa keluar uang sepeserpun, Susi menjalankan semuanya. Waktu dan usaha memberinya pelajaran bahwa harta kehidupan yang harus ia jaga adalah kejujuran.

Sebab kejujuran akan melahirkan kepercayaan. Kepercayaan menumbuhkan hubungan baik. Hubungan baik membuat banyak kawan. Kawan-kawan akan menciptakan silaturahmi. Silaturahmi memperpanjang umur dan menjadi terbukanya pintu rezeki dari mana saja.

Tamat kuliah, Susi mendapat uang ratusan juta oleh seseorang. Tanpa jaminan. Tanpa agunan. Untuk menjalankan usaha sendiri.

Dan Susi membuktikannya. Ia kini menjadi satu dari segelintir pengusaha perempuan yang diperhitungkan.

Dari usaha konveksi, jasa perjalanan haji dan umrah, hingga rumah makan ia jalani.

Kini, pemilik toko busana Raja Murah dan Rumah Makan Kuyung Kopek ini tak ingin memetik dan menikmati hasil perjuangannya seorang diri. Ia ingin berbagi.

Istikharahnya beberapa tahun belakangan menggiringnya mengambil keputusan berani untuk jadi Caleg.

“Saya percaya pada kata hati,” kata istri Syamsir Alam dengan bermata kaca.

Menurutnya, ketika mengambil keputusan ini, hanya Allah dan doa-doa orang-orang yang percaya bahwa ia akan bisa melakukan yang terbaiklah, yang menjadi penguat.

Dengan suara serak, putri pasangan H Ibrahim dan Hj Rahaya yang juga Kader Partai Demokrat itu mengantongi nomor urut 2. Ia berkomitmen, apabila mendapat kepercayaan dari masyarakat Lubuklinggau Timur I & II sebagai anggota DPRD Kota Lubuklinggau, ia akan menjadi penyambung lidah rakyat untuk tahun 2019-2024.

Perempuan supel, hangat, pekerja keras, dan telah menjadikan puasa Senin-Kamis dan salat tahajud sebagai rutinitas sejak dulu ini, mencoba melangkah lebih jauh.

“Saya menjadi berarti dengan mendengarkan kata hati,” tutup Susilawati. (rls/rfm)

Rekomendasi Berita