oleh

Hari Ini, Bakal Paslon Tes Kesehatan

“Kita telah koordinasi, mengenai pelaksanaan tes kesehatan bakal Paslon. Karena, besok (hari ini, red) akan dilakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Dr Husein Palembang,” kata Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri.

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau, telah melakukan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Lubuklinggau dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Terkait, akan dilakukannya pelaksanaan tes kesehatan bakal Pasangan Calon (Paslon), yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lubuklinggau.

“Kita telah koordinasi, mengenai pelaksanaan tes kesehatan bakal Paslon. Karena, besok (hari ini, red) akan dilakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Dr Husein Palembang,”kata ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri, Rabu (10/11).

Menurut Eef, dalam pelaksanaan tes kesehatan, para bakal Paslon akan mengikuti tes psikotes yang akan dilakukan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Setelah itu, baru dilakukan pemeriksaan oleh BNN Provinsi Sumsel, untuk memastikan kalau tidak ada bakal Paslon yang terindikasi pemakai narkoba. Bahkan, dilanjutkan Eef sapaan Ketua KPU Lubuklinggau, baik IDI Cabang Kota Lubuklinggau, maupun BNN akan standby selama proses pemeriksaan kesehatan tersebut.

“Bukan hanya IDI dan BNN, kami juga akan mendampingi bakal Paslon dalam mengikuti tes kesehatan. Kami, akan berangkat ketika sudah penutupan pendaftaran bakal Paslon, dan tes kesehatan ini, bersamaan dengan daerah lain yang melaksanakan Pilkada,” jelasnya.

Dilanjutkan Eef, hasil tes kesehatan ini akan jadi acuan untuk KPU Kota Lubuklinggau untuk menetapkan, siapa-siapa saja kandidat yang akan maju di Pilkada Lubuklinggau. Sebab, bila hasil tes kesehatan yang bersangkutan dinyatakan kurang sehat atau tidak sehat, tidak dapat ditetapkan sebagai peserta Pilkada.

“Namun, kami berharap agar semua bakal Paslon yang sudah mendaftar dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai peserta Pilkada. Namun, kalau dalam prakteknya ternyata ada yang tidak lulus, maka harus diganti dengan nama lain, pada masa perbaikan,” ungkapnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita