oleh

Pedagang Telur Sepi Pembeli

LINGGAU POS ONLINE– Pasca Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, harga telur di Pasar Pulo Emass Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang mengalami naik turun. Saat ini, harga telur sedang mengalami penurunan harga.

Hal tersebut disampaikan oleh Ririn, salah seorang pedagang telur di pasar yang mengaku sudah beberapa hari terakhir harga dagangannya mengalami kenaikan. Harga telur mengalami kenaikan dari sebelum Idul Adha harganya Rp44.000 per karpet, dua hari sesudah lebaran menjadi Rp48.000 per karpetnya, dan baru kemarin turun kembali menjadi Rp45.000 per karpetnya.

Menurut Ririn, kenaikan harga tersebut sering terjadi setiap tahunnya pasca hari-hari besar, termasuk Idul Adha. Bahkan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, harga telur mengalami kenaikan seperti ini.

Meskipun sempat mengalami kenaikan, ia mengaku untuk harga telur ayam negeri tidak terlalu mengalami kenaikan sebab konsumennya agak jarang dibanding telur jenis lainnya, seperti telur ayam kampung dan telur bebek.

“Telur ayam kampung dan telur bebek harga per butirnya Rp3.000 atau Rp80.000 per karpet, sedangkan telur puyuh itu Rp40.000 per karpetnya,” ungkap Ririn.

Agus, pedagang lain juga mengatakan hal yang sama kalau pasca Idul Adha harga-harga di pasar tradisional tidak menentu.

“Telur ini kita ambil dari agen Lubuklinggau karena empat lawang belum ada. Mengenai harga ya kita ikut harga yang di patok dari agen,” ungkapnya.

Saat ini diakui Agus, pembeli sedang sepi bahkan ia masih bisa sambil tidur sambil menunggu para konsumen untuk membeli telur.

Sedangkan Ida, salah seorang ibu rumah tangga yang selalu membeli telur untuk kebutuhan keluarganya mengeluhkan harga telur yang tak menentu tersebut.

“Kami berharap harga-harga seperti telur dan bahan-bahan pokok seperti ini bisa mendapatkan perhatian pemerintah. Minimal pemerintah mencarikan solusi, untuk bisa menstabilkan harga tersebut agar masyarakat menengah ke bawah tidak setiap tahunnya mengeluhkan hal yang sama,” tegasnya. (key)

Rekomendasi Berita