oleh

Harga Telur di Lubuklinggau Turun

-Ekbis-971 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – H-12 Idul Fitri 1440 H, daya beli konsumen terhadap pangan masih lemah. Oleh karena itu, harga sejumlah kebutuhan tergolong stabil bahkan menurun.

Telur misalnya. Memasuki Ramadan harga telur sempat tembus Rp40 ribu-Rp42 ribu per karpet. Saat ini sudah turun jadi Rp38 ribu per karpet. Bahkan di Agen Delima Jaya, harga telur grosiran Rp36 ribu-37 ribu per karpet.

Owner Agen Telur UD Delima Jaya, Toni menerangkan daya beli konsumen beberapa hari terakhir cenderung sepi. Ia memprediksi, H-7 lebaran barulah banyak konsumen beli telur. Menurutnya, bisa jadi ketika permintaan naik, harga telurpun ikut naik sampai Rp40 ribu per karpet.

Soal stok telur, Toni memastikan aman. Saat ini, di UD Delima Jaya ada 1500-an karpet telur.

“Belum berani banyak stok, karena memang belum banyak permintaan” jelasnya.

Hal sama juga terjadi pada komoditas tepung. Mutiara Dina sebagai Konvuser Distributor PT Sungai Budi Group mengatakan harga tepung cenderung stabil.

Untuk tepung merek Rose Brand Rp120 ribu per 20 bungkus (per bungkus isi 0,5 kg). Sementara Tepung Ketan Rose Brand Rp165 ribu.

Menurut Mutiara, stok mentega dan sagu dipastikan mencukupi. Berbeda dengan tepung beras, tepung ketan dan minyak kemasan yang kekurangan. Sebab pihak gudang membatasi pengambilan. Kebutuhan terhadap pangan dan sembako diprediksi akan meningkat tajam H-7 Idul Fitri 1440 Hijriah atau sekitar 29 Mei 2019.

*** Bulog Stok 20 Ton Daging Beku

Sejak awal Ramadan hingga Idul Fitri 1440 Hijriah Bulog Divre Lubuklinggau menyetok 1500 ton beras, dan 20 ton daging beku. Sedangkan sembako lainnya, seperti gula, tepung terigu dan minyak goreng stok sesuai permintaan.

“Berapapun masyarakat mau, insya Allah dapat kami penuhi,” tegas Meizarani, Kepala Bulog Divre Lubuklinggau, Kamis (23/5 ).

Bulog Divre Lubuklinggau tetap menjual produknya dengan harga dibawah harga di pasar. Seperti beras dijual Rp8.800 per kg, gula Rp10 ribu per kg, tepung terigu Rp8.500 per kg, minyak goreng Rp10 ribu per kg, dan daging beku Rp80 ribu per kg.

Bulog Divre Lubuklinggau tidak membatasi masyarakat membeli produknya. Selain rutin mengikuti Operasi Pasar (OP) yang diselenggarakan Pemkot Lubuklinggau, Buog Divre Lubuklinggau juga membuat stan di halaman Kantor Bulog Divre Lubuklinggau, Kelurahan Taba Pingin, dan di depan Pasar Mambo.

Diakui Meizarani, saat ini permintaan produk yang dijual sangat tinggi.

“Kalau beras masih normal, daging jika hari biasa paling terjual 10 Kg saat Ramadan bisa 15-20 Kg, begitu juga gula dan minyak goreng,” tegas Meizarani. (cw5/adi/nia)

Rekomendasi Berita