oleh

Harga Rumah Subsidi Naik 7,5%

LUBUKLINGGAU – Pemerintah berencana menaikkan harga rumah subsidi tahun ini. Kenaikan harga rumah dari 3 persen hingga 7,5 persen. Kenaikan ini diharapkan membuat pengembang semangat membangun rumah.

Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Lubuklinggau, Ir M Taufik Gatmir menjelaskan untuk saat ini belum ada kenaikan dan ini masih berupa wacana.

“Belum ada kenaikan, masih wacana dan sedang diproses serta belum bisa dipastikan kapan ada kenaikannya. Tetapi untuk Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sudah bisa untuk akadnya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan kenaikan rumah bersubsidi ini atas ajuan DPD REI, di mana semua unsur yang menjadi tolak ukur usulan kenaikan itu sudah dimasukkan, misalnya ketersediaan dan harga lahan, serta harga material. Usulan itu pun sudah diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk dibahas.

“Untuk kenaikan nantinya berkisar Rp140 juta rupiah, tapi sekarang masih harga Rp130 jutaan. Mungkin kenaikan paling lambat akan terjadi paling lambat di April dan paling cepat di Maret 2019 ini,” ungkapnya.

Taufik juga mengatakan tahun 2018, REI Lubuklinggau sudah menjual lebih kurang 900 dari target 1.500 unit rumah di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara.

“Untuk tahun 2019 ini kita memiliki target 2.000 unit rumah,” tutupnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, kenaikan ini diharapkan membuat pengembang semangat membangun rumah. Apalagi, harga tanah dan material meningkat.

“Biar lebih semangat pengembang membangun rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), semoga capaiannya meningkat,” jelas dia, kepada wartawan Kamis (24/1).

Terlebih dalam rumah subsidi, kata dia, bunga yang dibayarkan masyarakat tetap sama yakni sebesar 5 persen.

Lebih lanjut, terkait besaran kenaikan harga, Khalawi meralat besaran kenaikan, bukan 3 hingga 7,5 persen melainkan 3 hingga 7,75 persen.

“Usulan kenaikan harga rumah 2019 sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan sekarang dalam pembahasan, usulan kisaran 3-7,75 persen yang dibagi dalam 9 wilayah,” terangnya. (dts/rrf)

Rekomendasi Berita