oleh

Harga Rendah, Petani Bongkar Tanaman Kopi

LINGGAU POS ONLINE – Harga tak kunjung stabil. Petani kopi di Desa Empat Suku Menanti Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong mencabut batang kopi yang masih produktif.

Sudirman, petani kopi robusta di Desa Empat Suku Menanti, mencabut tanaman kopi produktif miliknya, sebagi bentuk protes terhadap harga kopi yang tak kunjung membaik.

“Harga kopi sampai saat ini masih rendah. Dari pada tanam kopi harganya murah, lebih baik saya bongkar kopi. Selanjutnya tanam cabe,” kata Sudirman, Senin (12/8).

Jika kedepan harga biji kopi tak kunjung membaik. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan sejumlah petani lainnya di wilayah itu akan beralih dari tanaman kopi ke tanaman palawija.

“Kalau harganya masih terus murah, maka bisa saya pastikan akan banyak petani kopi yang membuka lahan kopinya dan beralih profesi menjadi petani sayuran,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, harga biji kopi saat ini terus mengalami kemerosotan, dari sebelumnya diharga Rp22 ribu per kilogram anjlok Rp17 ribu per kilogram dan terakhir kembali turun Rp16 ribu per kilogram untuk kualitas baik.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penurunan harga biji kopi saat ini cukup lama, dimana biasanya saat musim panen kopi telah usai seperti saat ini harga kopi justru membaik.

“Selain harganya murah, uang hasil penjualan biji kopi juga tidak dibayar langsung,  asalan mereka (pengepul,red) karena harga murah para pengepul besar belum mau membeli kopi,” imbuhnya.

Dirinya menduga, anjloknya harga biji kopi saat ini karena masuknya kopi asal Vietnam karena harga kopi asal negara itu juga murah dikisaran Rp16 ribu per kilogram, yang kemudian di ekspor ke luar negeri, dengan begitu kopi lokal kalah bersaing.

“Kami petani kopi berharap ada upaya nyata dari Pemerintah untuk kembali mrnstabilkan harga biji kopi, mengingat kualitas kopi kita mulai membaik,” harapnya.(*)

Sumber

Rekomendasi Berita