oleh

Harga LPG di Taba Tengah Mahal

LINGGAU POS ONLINE, TABA TENGAH – Kenaikan harga Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram (Kg) dirasakan warga Desa Taba Tengah, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Kenaikan harga Rp 25 ribu per tabung, dari harga normal Rp 21 ribu,terjadi sejak menjelang Idul Fitri 1438 H.

Hingga H+6 Idul Fitri warga masih membeli LPG dengan harga tinggi, karena tidak ada pasokan saat libur lebaran ini. Keadaan ini tentu dikeluhkan warga yang menggunakan LPG.

Seperti disampaikan oleh Irsyah (45). Pengecer LPG 3 Kg di Desa Taba Tengah mengakui kenaikan harga LPG di pengecer disebabkan pasokan LPG sering terlambat. Sementara kebutuhan warga terhadap LPG 3 Kg sangat tinggi, sebelum dan sesudah lebaran. Bahkan sebagian masyarakat membeli LPG lebih banyak untuk mengantisipasi kelangkaan LPG sesudah lebaran ini.

“Saya sekarang menjual LPG 3 Kg Rp 25 ribu per tabung, karena sering terlambat. Bahkan kemarin juga saya mengambilnya jauh hingga ke Kota Lubuklinggau. Itu pun sama-sama pengecer di warung dengan harga Rp 21 ribu per tabung,” kata Irsyah pada Linggau Pos, Rabu (20/6).

Lebih lanjut Irsyah menerangkan dirinya kesulitan mendapatkan tabung LPG sudah dirasakan sepekan sebelum lebaran.

“Satu Minggu sebelum lebaran LPG sulit didapatkan. Sementara harga jualnya sangat mahal karena mencarinya sulit di pengecer,” ucap Irsyah.

Sementara itu, Idut (30) warga setempat juga mengeluhkan kenaikan harga LPG 3 Kg di pengecer. Sehingga ia harus mengeluarkan kocek lebih dalam untuk mendapatkan LPG 3 Kg.

Idut menuturkan dalam satu bulan dirinya bisa menghabiskan dua sampai tiga tabung LPG. Artinya satu bulan menghabiskan dana Rp 75 ribu.

“Pada hari biasa sebelum Ramadan, biasanya saya membeli di eceran Rp 19 ribu. Sekarang sampai Rp 25 ribu. Kenaikan harga LPG membuat saya keberatan, selain itu tabungnya ada tapi kosong,” keluh Idut berharap, kelangkaan ini cepat di atasi. Karena gas adalah kebutuhan Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk aktivitas sehari-hari di dapur. (04)

Rekomendasi Berita