oleh

Harga Karet Turun Warga Alih Profesi Jualan Jeruk untuk Biayai Kebutuhan Keluarga

Penjual jeruk, saat ini banyak dijumpai di sepanjang Jalan Yos Sudarso Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, tepatnya di depan Masjid Agung As-Salam. Berbagai jenis jeruk segar dengan harga murah banyak dijajakan, salah satunya Zainal (30).

Laporan Daulat, Pasar Pemiri

Pantauan di lapangan, para penjual buah yang kaya akan vitamin C ini banyak ditawarkan dengan menggunakan kendaraan roda empat. Salah satunya Zainal, yang mengaku sering mangkal di pinggir jalan yang ramai di lintasi para pengguna jalan itu.

Zainal yang mengaku warga Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ini mengatakan, jeruk yang dijajakannya setiap hari berasal dari kampung halamannya.

“Jeruk ini kami datangkan dari Terusan, pas memang lagi banyak buahnya. Buah ini harus segera dijual di pasar, dari pada nanti tidak laku karena waktunya terlalu lama hingga tidak segar lagi. Makanya saat ini harganya murah dijual. Yang penting barang ini habis terjual. Untuk satu kali angkut satu ton kilogram jeruk,” ungkap seorang pedagang Zainal.

Ia membuka lapaknya dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis Carry.

“Harga yang ditawarkan, hanya dengan Rp 15 ribu per Kg, per harinya bisa menghasilkan Rp 1 juta. Dalam tiga hari, kita bisa menghabiskan jeruk satu ton dengan keuntungan sekitar Rp 4 juta, itu bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, berprofesi menjadi penjual jeruk ini lebih kurang sudah dua tahun dijalankannya. Sementara dulu pekerjaannya menyadap karet. Karena harga karet turun, ia berubah profesi berjualan jeruk.

“Alhamdulillah sejak jualan jeruk, sangat membantu pertumbuhan ekonomi dan bisa membiayai anak sekolah,” tuturnya

Sri Rahayu (23) seorang pembeli menuturkan, kesempatan ini dijadikan untuk membeli banyak buah jeruk karena buah ini tidak bisa dinikmati setiap hari.

“Harga jeruk kali ini cukup murah, jadi kesempatan untuk bisa membeli lebih banyak. Buah ini kan tidak bisa dikonsumsi setiap hari karena harganya dan ketersediaannya di perkotaan,” jelasnya saat membeli enam kilogram jeruk. (CW02)

Komentar

Rekomendasi Berita