oleh

Harga Karet Turun Rp 500 Per Kg

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Petani karet di Kabupaten Musi Rawas terus mengeluhkan harga jual karet yang turun. Harga dari Rp 7.000 per Kilogram (Kg) turun menjadi Rp 6.500 per Kg.

“Harga getah karet sebelumnya Rp 8.700 per Kg turun menjadi Rp 8.200 per Kg,” kata David, salah seorang petani karet di Kecamatan Tugumulyo, pada Linggau Pos, Minggu (3/12).

Menurut David, sejak sepekan terakhir nilai jual getah karet mingguan ke pihak pengepul mengalami penurunan harga Rp 500 per Kg. Sehingga membuat sejumlah petani mengeluh karena penghasilan yang diperoleh dari menyadap tidak mencukupi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah dapat menaikan harga karet,” ungkap David.

Lebih lanjut ia mengatakan, turunnya harga komoditas itu hampir bersamaan dengan perubahan cuaca musim penghujan seperti sekarang ini. Di mana terjadi peningkatan jumlah produksi getah karet.

Ia mengemukakan, saat musim penghujan menjadi berkah bagi petani karet karena produksi getah yang diperoleh cukup banyak rata-rata mencapai 50 Kg dari hasil menyadap kebun seluas satu hektare yang dikumpulkan selama 10 hari.

“Kalau musim hujan bisa sekitar 70 Kg yang saya kumpulkan dari hasil menyadap setiap hari, atau selama 10 hari. Sedangkan saat kemarau hasil sadapan getah sangat sedikit hanya kisaran 40 Kg terkumpul dalam waktu yang sama,” ungkapnya.

Hanya saja, kata dia, kemarau beberapa waktu lalu meskipun produksi yang diperoleh merosot, namun petani dapat bernafas lega karena harga karet mengalami kenaikan antara Rp 7.500 per kg – Rp 8.000 per kg.

“Pastinya harapan kami kenaikan harga seiring dengan hasil produksi yang diperoleh berlimpah,” katanya.

Secara terpisah,Kanik salah satu pengepul karet di salah satu Kecamatan Tugumulyo mengatakan mengenai turunnya harga karet di anggap biasa, karena setiap pengepul melihat kualitas dari getah yang di peroleh.

“Harga karet masih normal tergantung dari kualitas karet itu, sebab biasanya para petani kita ingin menambah berat batu di dalamnya, mereka berlaku curang jadi kami tidak ingin merugi,” tutupnya. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita