oleh

Harga Karet Rp5.000 Per Kg

MUSI RAWAS – Petani karet di Desa Taba Remanik Kecamatan Selangit mengeluhkan rendahnya harga getah karet. Hal ini diungkapkan Subi (40) petani karet yang memang menggantungkan penghasilannya dengan menjual getah karet, Minggu (6/1).

Menurutnya harga karet nyaris tidak ada perubahan, belum lama ini baru merasakan menjual hasil getah dengan harga Rp5.600 per Kilogram (Kg). Namun setelah ia menjual satu minggu kemudian, harga sudah turun lagi menjadi Rp 5.000 per Kg.

Harga karet sangat tidak seimbang dengan harga kebutuhan bahan pokok di pasar. Seperti beras, bawang, cabai, minyak, tepung dan lainnya. Karena harga satu kilogram beras hampir dua kilogram getah karet, belum lagi kebutuhan yang lain harus dipenuhi lainnya.

Selain harga yang tidak menentu, tantangan lainnya yang dirasakan oleh petani saat ini musim hujan di siang hari. Mengakibatkan petani tidak bisa panen getah.

“Musim penghujan seperti ini jadi hambatan kami, selain harga jual yang rendah, kami petani sering gagal mengumpulkan getah. Karena getah tercampur dengan air,” keluhnya.

Petani lainnya, Fauzan (35) mengatakan hal sama, anjloknya harga getah karet bukan hanya tahun ini saja. Melainkan sudah beberapa tahun yang lalu sudah mengalami penurunan harga, untuk mencukupi kebutuhan terpaksa mencari pekerjaan sampingan lain.

“Saat ini, jika hanya mengandalkan getah karet saja maka tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Fauzan.

Terpisah, seorang pengepul getah karet, Aji mengatakan harga yang ia tawarkan ke petani itu memang sudah standar dan dalam batas kewajaran di kalangan pengepul. Memang harga sekarang ini mengalami penurunan, bukan ia saja yang ambil harga segitu. Karena harga seluruh pengepul di wilayah Kecamatan Selangit juga ikut menurunkan harga belinya.

“Kita tidak besar mengambil untungnya, dalam 1 Kg karet kita ambil untung seribu rupiah,” imbaunya. (dlt)

Rekomendasi Berita