oleh

Harga Karet Murah, Ibu-ibu Jadi Kuli Batu

LINGGAU POS ONLINE – Harga Karet terus menurun, Dalam Membantu Suami memenuhi kebutuhan Keluarga ibu-ibu di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) jadi kuli batu.

Pekerjaan itu rela mereka lakukan, karena pekerjaan mereka sebelumnya sebagai petani karet sednag tidak menggairahkan.

Rohjema, salah satu kuli angkut batu, Jumat. (1/11/2019) mengatakan bahwa menjadi kuli batu sebenarnya bukanlah pilihan, namun demi membantu suami dalammemenuhi kebutuhan ekonomi pekerjaan itu rela dilakukannya.

“Sebelumnya rata rata dari kami adalah petani karet, saat ini karet murah, juga kondisi kemarau geta karet sering mampir, jadi kuli batu adalah solusinya” kata dia.

Dia menuturkan bahwa pekerjaan tersebut sudah ditekuninya sejak lima bulan terakhir, dan dari pekerjaan tersebut beban keluarga sedikit terbantu.

“Sudah hampir lima bulan kami bekerja ini, selain dapat memenuhi kebutuhan makan, kami juga dapat menyisihkan untuk membiayai anak anak sekolah” terang Rohjema.

Dia mengungkapkan bahwa puluhan ribu rupiah harus dikeluarkan setiap harinya untuk biaya anak sekolah, selain belanja di sekolah anaknya harus membayar uang sebagai ongkos demi sampai ke sekolah.

“Suami sekarang masih jadi petani karet, harganya sedang tidak bagus, sedangkan dalam sehari saya harus keluarkan uang puluhan ribu itu buat anak sekolah saja, belum buat makan dirumah,” lanjut ia.

Serupa, hal itu disampaikan juga oleh Royani, yang mengajarkan bahwa anak anak mereka harus naik ojek demi sampai ke sekolah, karena sampai saat ini belum ada alat transportasi dari pemerintah.

“Anak kami ke sekolah harus naek ojek, mau naik bis, belum ada bantuan, padahal itu sangat dibutuhkan, apalagi dalam keadaan krisis saat ini ” terang ia.

Dia mengharapkan akan ada bantuan kendaraan untuk antar jemput anak anak mereka ke sekolah, “kami pengen sekali bila ada bantuan, hal itu akan sangat membantu,” harapnya.

Terpisah, Kadisdik Muratara Sukamto mengatakan bahwa untuk bus Muratara baru ada 3 unit. Yang dioperasikan dari Simpang Nibung ke Rupit, ada lagi dari Rupit ke Karang Jaya, dari Simpang Lake ke Terusan.

“Sementara daerah yang belum ada bus sekolah telah kami ajukan. Jika terialisasi ditahun 2020 maka akan ada penambahan. Jika tidak maka akan kami usulkan tahun 2021,” kata ia.(*)
Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita