oleh

Harga Karet Di Empat Lawang Turun Drastis

“…Besok turun lagi Rp2 ribu dan terakhir tidak ada lagi tengkulak yang beli karet, lalu kami petani makan apa?…”

* Petani Karet Desa Talang Banyu, Abdul Karim

LINGGAUPOS.CO.ID- Harga getah karet tingkat petani di Kabupaten Empat Lawang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya bertahan Rp5 ribu per kg, kini Rp3 ribu per kg.

Menurut salah seorang petani karet di Desa Talang Banyu Kelurahan Tanjung Kupang Tebing Tinggi, Abdul Karim mengatakan turunnya harga karet dimulai sejak adanya Virus Corona.

“Sempat di atas Rp5 ribu, lalu turun Rp4,5 ribu dan turun lagi Rp4 ribu sampai saat ini turun drastis hanya Rp3 ribu per kg. Tiga hari yang lalu saya jual getah karet masih Rp4 ribu, tapi sekarang sudah Rp3 ribu,” kata Abdul Karim, Senin (30/3).

Ia mengaku sempat tidak percaya jika harga karet turun. Ia bahkan sempat bertanya soal harga ke tengkulak lain, tapi sama harga getah karet turun. Alasan para tengkulak, karena getah karet tidak bisa dikirim ke luar daerah sejak adanya Virus Corona.

“Yang saya khawatirkan kedepan, tidak ada lagi pembeli getah karet petani. Hari ini (kemarin, red) harganya Rp3 ribu besok turun lagi Rp2 ribu dan terakhir tidak ada lagi tengkulak yang beli karet, lalu kami petani makan apa,” ungkapnya.

Iwan penyadap karet bukan milik sendiri juga merasakan hal yang sama. Iwan menjelaskan, dirinya hanya penyadap kebun karet orang dengan sistem bagi hasil. Dengan kondisi harga karet yang hanya Rp3 ribu per kg, tentu sangat memengaruhi ekonomi keluarganya.

“Dalam tiga hari menyadap, saya hanya mampu menyadap 40 kg getah karet. Artinya hanya mendapat uang Rp120 ribu dibagi dua dengan pemilik kebun, yaitu Rp60 ribu. Jadi, penghasilan saya hanya Rp20 ribu per harinya, sementara sebulan hanya bisa menyadap 24 kali,” ungkap Iwan.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul”Harga Karet Turun Drastis”

Rekomendasi Berita