oleh

Harga Daging Ayam Rp40 Ribu Per Kg

LUBUKLINGGAU – Sejumlah pemilik warung makan di Kota Lubuklinggau mengeluhkan harga daging ayam broiler yang terus naik. Bahkan tembus Rp40 ribu per Kg di Pasar Moneng Sepati, Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

“Sudah tiga hari harga daging ayam Rp40 ribu per Kg,” jelas seorang pedagang daging ayam, Kemi (45), Kamis (27/12).

Kemi berdalih harga ayam naik sebab dari pemasok memang sudah menaikkan harga. Bahkan bisa saja sampai Rp45 ribu per Kg, jelang malam pergantian tahun.

“Bisa sampai Rp45 ribu biasanya. Ini untung barangnya masih ada. Biasanya meski mahal tetap ludes. Karena banyak yang mau nyate di malam pergantian tahun,” jelasnya.

Bahkan, Kemi tak khawatir yang tetap menyetok daging ayam seperti biasa.

“Saya bawa 20 ekor. Biasanya segitu. Kalau di awal-awal harga naik memang konsumen terkejut. Biasanya beli 1 Kg, kini jadi ½ kg saja. Ya biasalah. Tapi kan banyak juga pelanggan lain. Yakin saja,” tutur pria yang mengaku sudah jadi langganan pemilik usaha warung makan itu.

Optimisme Kemi ternyata tak dirasakan Johan (35). Pedagang ayam di Pasar Inpres ini mengeluhkan sepi pembeli akhir-akhir ini.

“Harga ayam di Pasar Inpres masih Rp36 ribu per Kg. Memang ada yang sampai Rp40 ribu. Cuma kami belum naikkan harga, soalnya modal masih sama. Dengan harga segini juga orang malas beli, apalagi kalau naik lagi. Hanya saya nggak tahu jelang tahun baru nanti,” jelas dia.

Johan yang berjualan mulai pukul 07.00 WIB ini pun mengurangi ketersediaan ayam yang dijualnya.

“Biasa stok 30 ekor, ini dikurangi jadi 20 ekor dulu. Nanti kalau ramai, motong lagi,” jelasnya.

Naiknya harga daging ayam dikeluhkan Rosida (43). Pemilik warung makan itu berharap harga ayam bisa normal lagi Rp28 ribu per Kg.

“Jual nasi serba Rp10 ribu kalau harga ayam Rp40 ribu mau untung dari mana? Apalagi harga cabai juga mulai naik,” keluhnya.

Rosida tak sendiri. Rekannya, Yana (29) pedagang lauk masak pun mengeluhkan hal ini.

“Kalau jualan itu, barang yang dimasak harus baru terus. Jadi belanjanya harian. Kadang, hasil jualan kemarin untuk belanja hari ini pas-pasan, kadang nambah modal,” keluh Yana.

Ibu muda itu menyebut butuh kesabaran saat belanja di pasar saat ini.

“Minta solusinya sama pemerintahlah. Tolong normalkan harga lauk. Supaya masyarakat bisa makan makanan yang bergizi,” imbuhnya.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Fini Murfiani mengatakan bahwa ketersediaan telur dan daging ayam tercukupi.

“Jika kondisi harga ini semakin tidak terkendali, pemerintah akan melakukan tindakan dalam pengendalian harga. Yang pasti kita akan selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menyebutkan hingga akhir tahun sejumlah bahan pangan tercukupi seperti minyak goreng mengalami surplus sebanyak 24,501 juta ton, gula pasir 334 ribu ton, bawang merah 136 ribu ton, daging ayam 335 ribu ton, telur ayam 806 ribu, daging sapi/kerbau 233 ribu ton, cabai besar 90 ribu ton, dan bawang putih 400 ribu ton.(lik/din/fin)

Rekomendasi Berita