oleh

Harga Ayam Potong Naik

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG SAKTI – Di pedesaan wilayah Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas (Mura) pada bulan Zulhijah 1439 Hijriah sedang musim hajatan. Untuk hidangan para tamu kondang, pemangku hajat memborong ayam potong untuk dijadikan lauk pauk.

Mengingat orang hajatan banyak, di satu desa saja satu Minggu terkadang bisa mencapai 4 hingga 6 orang hajatan, membuat permintaan daging ayam potong meningkat. Alhasil ini dipergunakan pedagang ayam potong menaikkan harga jual ditingkat pasar. Dari biasanya hanya Rp 30 ribu per Kilogram (Kg) menjadi Rp 38 ribu per Kg.

“Di desa sekarang ini sudah jarang orang hajatan menunya daging sapi. Sudah umum menu orang hajatan menggunakan daging ayam potong. Jadi kami naikkan harganya,” kata Ferly (43), pedagang ayam di Pasar Megang Sakti, Selasa (28/8).

Alasan warga desa, sambung dia, lebih menyukai daging ayam potong, karena harga daging sapi atau kerbau sudah tidak terjangkau. Sangat mahal, mencapai Rp 90 ribu-Rp 100 ribu per Kg, sehingga ayam potong menjadi pilihannya.

“Lonjakan harga itu terjadi, karena tingginya permintaan dari konsumen. Namun pasokan tersendat akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, saya memperkirakan harga daging ayam potong masih berpeluang naik,” ucap Ferly.

Sedangkan, Rido (45) pemilik kandang ayam potong di Kecamatan Megang Sakti mengakui ayam potong laris manis sejak menjelang Idul Adha 1439 Hijriah, kemarin.

“Hingga saat ini pemesan ayam potong masih ramai, karena sekarang mulai musim hajatan,” kata Rido.

Rido menjelaskan, mengapa habis Idul Adha dikatakan musim hajatan. Karena, menurut adat istiadat menikah sebelum Idul Adha itu tidak boleh, karena itu warga banyak memilih hajatan setelah habis Idul Adha.

“Ya, menurut adat kami yang dipercaya menikah sebelum Idul Adha tidak boleh, karena banyak cobaan yang datang. Kemudian, untuk stok ayam dalam satu hari bisa menghabiskan ayam potong 500-700 Kg, untuk harga jual ayam potong di kandang Rp 26-28 ribu per Kg,” tuturnya. (04)

Rekomendasi Berita