oleh

Harga Anjlok, Petani di Rejang Lebong Enggan Panen Terong

LINGGAU POS ONLINE- April (42) Petani di Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang enggan memanen terong. Padahal 2 bulan lalu ia amat semangat menanamnya.

Hal itu terpaksa diputuskan, sebab ia menyebut harga terong tidak sesuai dengan upah memanen termasuk ongkos ojeknya. “Harganya cuma Rp500 per kg, jadi tidak kami panen,” kata April saat dibincangi di kebunnya, Minggu (24/11).

Bahkan lanjut April, jika dalam beberapa hari kedepan harganya tak juga naik, kebun terongnya akan diganti dengan tanaman lainnya.

Menurut April, harga terong sejak beberapa hari terakhir sangat rendah. Sementara untuk biaya perawatan cukup mahal mulai membeli bibit, memberikan pupuk belum lagi harus disemprot jika ada serangan hama. Begitu juga saat memanen harus memberi upah orang karena tidak mampu panen sendirian.

“Untuk upah, beli karungnya, belum ongkos ojek, jadi tidak sesuai. Modalnya Rp1 juta lebih,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kerugian, sambung April, dirinya sengaja menanam sayuran jenis lain di satu bidang tanah miliknya.

“Kemarin waktu nanam terong, saya nanam buncis juga, sekarang harga buncis Rp3.500 per kg di kebun, jadi sekarang yang dipanen buncisnya, terongnya tidak dipanen,”tutur April.

Senada disampaikan Suni (32) warga dari desa yang sama, mengatakan rendahnya harga terong karena permintaan berkurang. “Mungkin yang banyak yang panen, permintaan juga kurang, jadi harganya murah,” terangnya.

Selain terong, sambungnya, harga sayuran yang mengalami penurunan diantaranya sawi pahit dan kol bulat.

“Kalau yang turun kol bulat sekarang Rp1.500 per kg, sawi Rp1.000 per kg, daun bawang juga turun biasanya diatas Rp10.000 per kg sekarang Rp8.000 per kg,”paparnya.

Sementara itu, untuk harga sayuran lainnya ditingkat petani, untuk cabai merah saat ini sekitar Rp35.000 per kg, tomat Rp4.000 per kg, kacang panjang Rp4.000 per kg, wortel Rp3.500 per kg dan labu siam Rp2.500 per kg.

“Ya kalau pengennya harga sayur stabil karena disesuaikan dengan biaya perawatan dan masa tunggu dari menanam sampai panen yang membutuhkan waktu dua bulan lebih tergantung jenis tanamannya,” harapnya.

Laporan Syamsul Ma’arif

Rekomendasi Berita