oleh

Hanya Mengandalkan Lampu HP

LINGGAU POS ONLINE – Saat melakukan penangkapan terhadap dua tersangka tadi, tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Rivow Lapu perlu tenaga ekstra untuk sampai ke lokasi. Sebelumnya pukul 22.00 WIB, polisi mendapat informasi kedua tersangka berada di wilayah Dusun Merantau, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) Provinsi Bengkulu.

Lalu pukul 22.30 WIB, AKP Rivow Lapu dan Kanit Pidum, Ipda Zulfikar bersama 16 personel Satreskrim berangkat dari Lubuklinggau menuju dusun tempat persembunyian tersangka.

Selama dalam perjalanan menuju dusun lebih kurang 1 jam, Tim Reskrim berupaya agar iring-iringan mobil tidak membuat curiga.

“Kami berjalan hanya menghidupkan satu lampu mobil agar tidak diketahui tersangka,” cerita Kasat Reskrim Lubuklinggau, AKP Rivow Lapu kepada Linggau Pos, Selasa (6/8).

Sampai di dusun yang dimaksud kira-kira berjarak lebih kurang 1 kilometer dari jalan poros, anggota Satreskrim harus meninggalkan mobil untuk mencari keberadaan tersangka di pondok dalam kebun.

Petugas sempat melakukan penggeledahan 3 pondok yang dicurigai tempat persembunyian tersangka. Untuk menuju ke pondok tempat persembunyian tersangka, petugas harus berjalan kaki menyisiri kebun sejauh lebih kurang 400 meter.

Kondisi malam yang gelap membuat anggota Satreskrim harus ekstra hati-hati selama dalam perjalanan.

“Saat berjalan kaki memeriksa pondok yang kita curigai, kami hanya mengandalkan satu titik penerangan dari Handphone (HP). Jadi patokan kami hanya lampu yang ada di depan saat berjalan,” sambung mantan Kasat Reskrim OKU Selatan itu.

Di pondok pertama yang didatangi, petugas sama sekali tidak menemukan tersangka. Begitupun di pondok yang kedua. Pencarian baru berhasil setelah mendatangi pondok yang ketiga dan petugas menemukan tersangka sedang tidur.

Selain itu tersangka mengaku pondok yang menjadi tempat persembunyian mereka milik temannya.

“Tidak melakukan perlawanan karena tersangka sedang tidur. Tersangka mengaku setelah membunuh langsung kabur bersembunyi di pondok yang kita lakukan penggerebekan,” jelas Rivow. (blc)

Rekomendasi Berita