oleh

Hanya Kepada-Nyalah Kamu Kembali

Ust Amrillah
“Penting bagi umat manusia mengingat bahwa kelak setelah di dunia ini, ada alam barzah. Di sana, manusia akan menerima balasan atas amal yang dilakukannya selama di dunia. Bila buruk akan mendapatkan siksa, demikian sebaliknya. Kebaikan yang dijalani sepanjang hayatnya kelak berbuah manis …”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU ULU – ‘Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh’ . Demikian arti Firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah An-Nisa’ ayat 78. Oleh karena itu, penting bagi kita (umat manusia,red) membenahi diri. Terutama selama Ramadhan, perbanyak ibadah, salat tarawih, salat witir, sehingga bisa semakin dekat dengan Allah SWT.

Demikian terang Ust Amrillah, dalam kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikannya di hadapan jemaah Salat Tarawih Masjid Baiturrohim, Jalan Depati Said, Kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kamis (24/5).

Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah Ayat 28, kata Ust Amrillah, Allah SWT berfirman ‘Mengapa kamu kafir kepada Allah? Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan, dan kemudian dihidupkan kembali, dan kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan’.

Oleh karena itu, lanjutnya, penting bagi umat manusia mengingat bahwa kelak setelah di dunia ini, manusia akan dihadapkan pada tahapan kedua, yakni di alam barzah (kehidupan di mana ruh manusia telah terpisah dari jasad-nya). Di alam tersebut, ia akan menunggu hingga hari kiamat datang. Kehidupan barzakh adalah pintu gerbang menuju akhirat. Di alam barzah, manusia akan menerima balasan atas amal yang dilakukannya selama di dunia. Bila buruk akan mendapatkan siksa, demikian sebaliknya. Kebaikan yang dijalani sepanjang hayatnya kelak berbuah manis di barzah.

Pada hari hisab nanti, terang Ust Amrillah, setiap diri akan ditanya tentang nikmat yang telah didapatkannya. Telahkah ia syukuri dan telahkah mendorongnya untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala? Atau justru sebaliknya nikmat tersebut malah disia-siakan dan digunakan untuk perbuatan maksiat.

Utamanya manusia akan ditanya tentang empat nikmat yang utama, yakni tentang umurnya, ilmunya, hartanya dan badannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan  (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?

Maka, ia mengajak umat muslim memperbanyak istighfar kepada Allah SWT dan saling memaafkan sesama muslim yang lainnya. (CW01)

Rekomendasi Berita