oleh

Hanya 9 Peserta Capai Passing Grade

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tes Kompetensi Dasar (TKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Lubuklinggau dimulai Senin, (5/11). Hari pertama Computer Assisted Test (CAT) dilakukan tiga sesi. Masing-masing sesi diikuti 100 peserta. Setiap peserta mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit. Hingga sesi ketiga, total peserta hadir 296 orang. Empat peserta tidak hadir.

Kabar ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Lubuklinggau, H Ikhsan Roni didampingi Kabid Pengadaan Ahyar, Senin (5/11).

“Dari 296 yang mengikuti TKD, hanya sembilan yang dinyatakan memenuhi passing grade Tes Intelegensi Umum (TIU) minimal mendapat nilai 80, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) minimal 75 dan Tes Kepribadian (TKP) nilai minimal 143,” ungkap Ahyar.

TKD akan dilanjutkan hari ini, masih dalam tiga sesi. Hanya saja sesi ketiga diikuti 52 peserta.

Karena total yang menjadi peserta TKD CPNSD Kota Lubuklinggau hanya 552 peserta.

“Untuk hari kedua TKD akan dimulai pukul 07.30 WIB, mulai dari persiapan, masuk ke ruang tunggu, penitipan barang. Sementara tes akan dimulai pukul 08.00 WIB. Untuk sistem sama seperti hari pertama,” lanjutnya.

BKPSDM Kota Lubuklinggau juga memastikan, kalau tidak ada tes wawancara. Peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade pada saat TKD akan lanjut mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Mengenai jadwal SKB, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Ketua Penanggung Jawab lokasi SMPN 2 Model Lubuklinggau, Parman menegaskan sebelum TKD dimulai ruangan sudah disegel. Sementara setelah ruangan digunakan, kembali disegel. Untuk pengawas ada dua orang, semuanya dari pihak BKPSDM.

“Hari pertama TKD dengan tes CAT-UNBK kami masih menggunakan genset dengan kapasitas 25.000 watt. Karena listrik masih dalam perbaikan, dan kita tidak mau ada gangguan saat TKD berlangsung. Insya Allah hari kedua ketika perbaikan sudah selesai, baru kita gunakan listrik,” jelas Parman.

Rencananya, nanti untuk lokasi SKB juga akan dilaksanakan di SMPN 2 Lubuklinggau.

“Untuk komputer kita siapkan 108 unit, 8 unit untuk cadangan ketika ada salah satu komputer peserta yang bermasalah,” lanjutnya.

Thufatun Khasanah, salah seorang peserta TKD yang saat ini mengabdi di SDN 32 Lubuklinggau menegaskan untuk kesekian kalinya ia mengikuti tes penerimaan CPNSD. Sejak tahun 2008, Thufatun yang merupakan honorer Kategori Dua (K2) Kota Lubuklinggau ini mengaku sudah mulai ikut tes, bahkan tahun ini sudah pengalaman kelima kalinya ia tes CPNSD.

“Persiapannya lebih ke mental dan doa saja, mudah-mudahan kali ini beruntung. Saya ikut di sesi kedua, karena tanggung waktunya mepet saya tunggu di lokasi saja,” ungkap guru honorer ini.

*** Di Empat Lawang Hanya 71 Lulus Passing Grade

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang membuka penerimaan 301 formasi CPNS tahun 2018. Peminatnya ternyata cukup banyak, mencapai 5.875 orang.

Mereka sudah mengikuti SKD di eks Auditorium Pemkab Mura 30 Oktober -2 November 2018. Namun hanya 71 orang yang dinyatakan memenuhi passing grade.

Hal ini disampaikan Kepala BKPSDM Empat Lawang, Januarsah Hambali, kemarin.

71 peserta yang mencapai passing grade ini harus mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) yang jadwalnya 22-28 November 2018. Namun untuk penentuan seleksi SKB masih menunggu petunjuk teknis BKN

Minimnya peserta CAT yang memenuhi passing grade menurut Januarsah, kemungkinan karena gugup saat mengerjakan soal.

Hal sama juga terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. Sesi pertama CAT CPNSD di IAIN Curup, hanya enam peserta yang nilainya mencapai passing grade, sementara sesi kedua sekitar 3 peserta yang melebihi passing grade.

Sekitar pukul 12.30 WIB, Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang, Agus Sutiadi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong, RA Deny mengecek lokasi CAT.

Dijelaskan Agus, tes CPNS 2018 ini dinilai sangat strategis dan memang betul-betul mencari berlian (cari yang paling berkualitas).

“Masalahnya nanti apakah emas-nya nanti bisa digunakan untuk mengisi yang masih kosong nanti keputusannya di Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), kalaupun itu dilakukan tidak merugikan yang lain, belum tentu perengkingan, atau mungkin gunakan yang lain statistik atau yang lain,” paparnya.

Menurutnya, kalau normal, dalam satu formasi nanti akan diambil tiga orang kemudian dilakukan SKB. Bisa digunakan CAT, karena jumlahnya sedikit, atau langsung tes di lapangan.

Menurutnya, saat ini belum ada keputusan apakah si A dan si B lulus, nanti yang menentukan berbarengan.

“Pak Sekda pejabat yang berwenang, nanti mengajukan ke Panselnas, nanti didiskusikan, jangan berkecil hati tidak lulus passing grade,” katanya.

Menurutnya, jika formasi yang diambil 10 yang sementara yang lulus lima, harusnya ada 30 yang lulus.

“Nanti modelnya seperti apa, yang jelas yang dicari satu formasi ada tiga, mana yang paling cocok,” tambahnya.

Terpisah, Sekda Rejang Lebong, RA Deni menjelaskan, dalam satu formasi ada tiga orang yang ikut SKB.

Persoalan sekarang ini, kata Deni, dari hasil sekarang kita lihat sendiri.

“Kami akan mencoba untuk mengisi dari formasi itu. Kami tidak bisa hanya menggunakan passing grade, kemungkinan tiga yang teratas, kami akan coba minta ke Panselnas agar rangking bisa ditarik,” jelasnya.

Kejadian ini, sambung Sekda, bukan hanya di Rejang Lebong. Banyaknya tidak lulus passing grade, karena mereka yang baru-baru.

“Mungkin banyak yang sudah lulus lama, baru kemarin buka-buka laptop dan belajar,” tambah Sekda.

Sementara itu, salah seorang peserta tes CPNS, Andi (26) warga Rejang Lebong yang mengambil formasi guru mengaku, dari 100 soal pilihan ganda yang disediakan yang paling susah soal pada TIU.

“Banyak deret-deret angka,” tutur Andi. (rfm/cw2 /sam)

News Feed