oleh

Hadirkan Kepala BNNP Sumsel Jadi Narasumber

Dispora Gelar Sosialisasi P4GN di Lubuklinggau Barat I

Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lubuklinggau menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Selasa (3/4).

Laporan Qori Musdalifah, Kayu Ara

PENJABAT Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi membuka secara resmi kegiatan sosialisasi P4GN yang digelar Dispora Lubuklinggau. Dan dihadiri Kepala BNNP Sumsel Brigjen. Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan, Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Edy Nugroho, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya, Dandim 0406 MLM Letkol Kav Dodi Saymsurizal, Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar SIK, perwakilan Kaden Brimob, Kajari, Pengadilan Negeri beserta seluruh OPD dan FKPD di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Lubuklinggau, tamu undangan dan seluruh peserta sosialisasi P4GN Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Dalam sambutannya, Riki mengucapkan selamat datang kepada Kepala BNNP Sumsel Brigjen. Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan beserta rombongan di kota ‘Sebiduk Semare’ ini. Dan berharap dengan dibangunnya sel tahanan ini, upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Lubuklinggau dapat terus ditingkatkan.

“Kota Lubuklinggau harus bisa menjadi basis utama dalam menciptakan generasi yang bebas dari narkoba. Dan Pemkot Lubuklinggau akan terus memberikan perhatian, dorongan dan dukungan yang sebesar-besarnya terhadap upaya pemberantasan maupun pencegahan narkoba, salah satunya dengan upaya pembinaan terhadap masyarakat yang akan terus digalakkan, khususnya kepada generasi muda,” ujarnya.

Sementara Kadispora Kota Lubuklinggau, H Surya Darma mengatakan kegiatan sosialisasi ini tindak lanjut dari kegiatan gerakan Jihad Narkoba (Jinak) beberapa waktu yang lalu.

“Yang mana hari ini dibuka secara resmi oleh Walikota Lubuklinggau, dan pelaksanaan perdana sosialisasi hari ini khusus untuk Kecamatan Lubuklinggau Barat I, dan akan berlanjut di kecamatan-kecamatan lainnya hingga 26 April 2018 mendatang,”jelasnya.

Surya juga memaparkan kegiatan ini akan diikuti lebih dari 5.500 peserta dari 8 kecamatan di Kota Lubuklinggau. Yang terdiri dari pasukan Jinak, anak sekolah, pasukan Polres, Dandim dan Brimob serta perwakilan SMP dan SMA di kecamatan masing-masing.

“Saya berharap dengan kegiatan ini, para peserta yang ribuan ini nantinya dapat menularkan kepada rekan-rekan keluarga, sahabat dan masyarakat terdekat untuk berhenti memakai narkoba dan menjauhi narkoba. Karena narkoba tidak hanya akan membahayakan diri sendiri, tetapi juga keluarga, masyarakat dan pemerintah karena bertentangan dengan hukum,” tukasnya.

Untuk itu Pemkot Lubuklinggau melalui Dispora dan BNN Kota Lubuklinggau akan terus bersinergi dan komitmen dalam pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Lubuklinggau.

Kegiatan sosialisasi di Kecamatan Lubuklinggau Barat I ini pun antusias diikuti hampir 800-an peserta, dan mereka sangat semangat dan aktif melakukan tanya jawab kepada dua orang narasumber.

Sosialisasi ini, yang bertindak sebagai narasumber adalah Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan dan Panglima Pasukan Jinak, H SN Prana Putra Sohe.

Dalam wawancara kemarin, Brigjen Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan berharap semua lapisan masyarakat di Kota Lubuklinggau agar dapat bersatu padu dan bersama-sama untuk memberantas dan mencegah narkoba.

“Dan saya berharap kepada masyarakat untuk tidak takut dan malu untuk melaporkan warga yang sudah kecanduan agar bisa direhabilitasi,” tekannya.

Disamping itu, Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkot Lubuklinggau dalam pembangunan sel tahanan BNN Kota Lubuklinggau sekaligus dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Di akhir, Panglima Pasukan Jinak Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menjelaskan bahwa Jinak melalui Dispora Lubuklinggau akan melakukan upaya untuk membantu BNN, yang berkaitan dengan sosialisasi sekaligus konsuler.

“Jadi langkah-langkah yang kita lakukan, pertama kita akan rekrut Pasukan Jinak yang benar-benar memiliki kepedulian dan siap bekerja. Kedua, kita adakan pelatihan untuk peserta Jinak ini dan mendapatkan sertifikat. Baru setelah itu mereka boleh membuat konsuler dan tempat pengaduan di kelurahan-kelurahan. Dan kedepan, kita harapkan pasukan Jinak ini akan bersinergi dengan BNN Kota Lubuklinggau untuk melakukan pemberantasan dan penindakan di lapangan. Yang jelas intinya kita harus berbuat dan merekrut yang benar-benar peduli dan mau berbuat,” tuturnya.(*)

Rekomendasi Berita