oleh

HA Hijazi Batal Gunakan Jalur Perseorangan, Tunggu Rekomendasi Parpol

LINGGAUPOS.CO.ID – Meskipun telah memiliki KTP dukungan lengkap dengan seluruh formulir B1 KWK sebanyak 147.696 dukungan. Dimana sebanyak 8.383 KTP sudah mereka input ke Sistem Informasi Pencalonan (SILON) KPU dan sudah dikirimkan ke server KPU Provinsi Bengkulu, sedangkan sisanya sebanyak 139.313 KTP tinggal dilakukan pengiriman.

Ternyata pasangan bakal calon H. Ahmad Hijazi – dr Anarulita Muchtar (Izana) keduanya membuat kejutan, karena hingga pukul 00.00 WIB Kamis (20/2/2020) atau batas akhir penyerahan berkas dukungan bagi bakal calon perseorangan, mereka tidak menyerahkan dukungan tersebut.

Padahal pada Kamis pagi mereka menggelar jumpa pers dan menegaskan bahwa dukungan itu akan diserahkan pada kamis malam jika hingga malam tidak ada partai politik yang mengeluarkan rekomendasi untuk mereka.

Berdasarkan konfrensi pers yang digelar Hijazi, Jumat (21/2/2020), keputusan itu telah bulat diambilnya dan keduanya telah sepakat untuk maju menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur partai politik. Meskipun sampai sekarang belum ada partai politik yang mengeluarkan rekomendasi dukungan untuk seluruh bakal calon kepala daerah di Bengkulu termasuk Izana.

“Saya sudah katakan dari awal bahwa kami sangat menghargai partai politik, apalagi kami berdua merupakan kader partai politik, saya besar di Golkar dan ibu Anarulita di NasDem. Terimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan dukungan KTP ini, dan ini tidak akan kami sia-siakan. Kita tetap akan berjuang bersama-sama untuk menang,” kata Hijazi.

Dari 11 partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Bengkulu, hanya Partai Amanat Nasional (PAN) yang tidak didaftarinya. Karena menurut Hijazi, di PAN sudah ada nama Ketua DPW PAN Bengkulu Helmi Hasan yang muncul sebagai bakal calon gubernur Bengkulu. Sehingga ia memilih untuk tidak mendaftarkan diri di PAN.

Apalagi Ketua Umum PAN merupakan kakak kandung dari Helmi Hasan, yakni Zulkifli Hasan. Sedangkan di Partai Golkar, meskipun muncul nama ketua DPD I Golkar, Rohidin Mersyah sebagai kandidat incumben calon gubernur. Hijazi mengaku tahu betul pola politik di partai beringin tersebut, karena ia sudah puluhan tahun menjadi kader Partai Golkar.

“Rohidin itu baru tahun 2018 menjadi kader Golkar itu juga karena Ridwan Mukti tersandung masalah hukum. Jadi saya sudah puluhan tahun besar di Golkar dan tahu betul bagaimana mekanisme di Partai Golkar itu. Makanya saya tetap mendaftarkan diri di Golkar. Sejauh ini seluruh partai yang sudah saya daftari memberikan respon yang baik, sama-sama kita tunggu rekomendasinya saja,” lanjutnya.

Kini pasangan bakal calon Izana masih menunggu rekomendasi dari partai politik yang akan mengusungnya. Hijazi merupakan Bupati Rejang Lebong dua periode yakni periode 2000 – 2005 dan periode 2016-2021. Sedangkan bakal calon pasangannya dr Anarulita Muchtar merupakan anggota DPR RI dari Partai NasDem pengganti antar waktu Patrice Rio Capella untuk periode 2014-2019. (*)
Sumber: Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita