oleh

H Rahman Sani : Ada Bukti Setoran, Laporkan!

“…Jika ada bukti setorannya laporkan, kita proses…”

Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani

LINGGAU POS.CO.ID- Seleksi atau pendataan ulang tenaga kontrak Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dimulai, Kamis (2/1). Tiga hari kedepan 135 peserta mengikuti tahapan seleksi kesehatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani yang hadir langsung membuka seleksi tersebut mengungkapkan, pendataan ulang tenaga kontrak Sat Pol PP ini harus dilaksanakan karena ketersediaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sat Pol PP sangat terbatas. Sedangkan ruang lingkup kerjanya luas. Sehingga sesuai aturan bisa mengambil personel dari non ASN, namun harus tetap melewati proses seleksi ulang setiap tahunya.

Momon sapaan akrabnya ini juga menepis, adanya isu ‘setoran’ bagi personel yang akan ikut seleksi ulang.

“Jika ada bukti setorannya laporkan, kita proses,” tegas Momon.

Kasat Pol PP Kota Lubuklinggau, Walyusman menjelaskan 135 personel yang ikut seleksi jasmani selama tiga hari kedepan, sudah lulus administrasi. 27 diantaranya personel baru, sedangkan sisanya 108 orang merupakan personel lama.

Setelah seleksi kesehatan dan jasmani, lanjut seleksi Pasukan Baris-Berbaris (PBB) selama dua hari. Lalu diumumkan sebanyak 115 personel yang lulus seleksi ulang.

“Mereka yang dinyatakan lulus, akan mengikuti tes urine. Jika terbukti positif Narkoba, ya kita coret namanya. Seleksi ulang ini, kita bekerja sama dengan TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan BNN Kota Lubuklinggau,” ungkap Walyusman.

Seleksi ulang ini ditegaskan Walyusman, juga menertibkan kembali personel mereka saat ini.

“Karena ada yang sudah berbulan-bulan tidak masuk, ada yang tidak aktif tidak mungkin kita pertahankan lagi. Untuk itu adanya seleksi ulang. Kita ambil yang aktif, dan bertanggung jawab untuk bekerja,” tegasnya.

Untuk saat ini, honor atau insentif mereka diakui Walyusman Rp1,2 juta per bulan.

“Pernah kita sampaikan ke Pemkot apakah bisa ditambah, tapi lantaran keterbatasan biaya belum bisa dilakukan. Untuk itu, masih seperti tahun sebelumnya. Kita berharap mereka paham, dan saat dinyatakan lulus nanti siap bekerja dan ditempatkan di mana saja. Dan yang terpenting, mereka paham dengan tugas mereka yakni menegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Walikota (Perwal),” tegasnya kembali.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Momon : Ada Bukti Setoran, Laporkan!”

Rekomendasi Berita