oleh

Guru SDN Tewas Lakalantas

LINGGAU POS ONLINE, SELANGIT – Tiga korban meninggal di tempat dalam Lakalantas Jumat (22/6). Seorang diantaranya Guru SDN Durian Terung, Dadangsyah (30) dan rekannya Heri (26). Keduanya terlibat Lakalantas kemarin subuh pukul 04.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera, Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Seorang lagi, Hj Aminah meninggal dalam Lakalantas, kemarin sore.

Ketua PGRI Kabupaten Mura, H Hermansyah membenarkan, PGRI sedang berduka. Seorang anggotanya, yang merupakan guru kelas di SDN Durian Terung, Lubuk Ngin Baru, Kecamatan Selangit meninggal dalam Lakalantas, kemarin.

“Saya juga baru dengar kabar. Kami turut berbelasungkawa. Semoga Allah SWT mengampuni dosa dan menempatkannya di tempat terbaik di sisiNya,” doa Hermansyah.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Lantas, AKP Budi Hartono Sutrisno kepada Linggau Pos menjelaskan, Lakalantas yang terjadi pukul 04.00 WIB tersebut melibatkan mobil Avanza BG 1254 MM yang dikemudikan Dadangsyah melaju dari arah Lubuklinggau menuju arah STL Ulu Terawas.

Tiba di TKP, Desa Lubuk Ngin diduga melaju dengan kecepatan tinggi sehingga lepas kendali masuk ke jalur kanan sehingga bertabrakan dengan mobil truk Colt Diesel B 9652 EDA yang dikemudikan Faisal melaju dari arah berlawanan.

Dalam Lakalantas di Desa Lubuk Ngin itu, dua korban meninggal. Pertama, Dadangsyah mengalami luka pada paha kiri dan wajah keluar darah dari telinga. Korban kedua, Heri yang merupakan penumpang mengalami luka di kepala. Sehingga kedua warga Desa Lubuk Ngin Baru, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura itu meninggal dunia di tempat.

Satu lagi, Ade (29) seorang bidan yang juga warga Desa Lubuk Ngin Baru, yang mengalami fraktur di kaki kanan dan kiri. Langsung dievakuasi ke RS DR Sobirin.

Selain itu, penumpang mobil truk Wanyusrizal (40) warga Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami luka ringan.

“Kami sudah olah TKP, mengamankan unit mobil Avanza Nopol BG 1254 MM tanpa STNK dan satu unit mobil truk Colt Diesel Nopol B 9652 EDA beserta STNK,” imbuh AKP Budi Hartono Sutrisno.

Tak jauh dari lokasi Lakalantas pertama, Jumat sore tepatnya di depan Rumah Makan Budi Setia, Kecamatan Selangit terjadi Lakalantas antara mobil Carry Silver BH 1831 FI dengan sepeda motor Yamaha F1ZR. Korban bernama Hj Aminah meninggal di tempat.

Hj Aminah merupakan penumpang mobil Carry yang dikemudikan menantunya Husni. Di dalam mobil tersebut, terdapat istri dan anak Husni Thamrin.

Seluruh korban sedang dalam perawatan di RS DR Sobirin. Sementara jenazah Almh. Hj Aminah sudah dijemput keluarga menuju rumah duka.

Kasatlantas menambahkan, TKP Lakalantas tersebut memang tergolong rawan.

“Kami sudah pasang spanduk awalnya di lokasi. Tapi dilepas orang. Besok (hari ini,red) rencananya kami ke TKP lagi. Memasang spanduk peringatan. Agar pengendara lebih hati-hati,” terang AKP Budi.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pengendara, baik sepeda motor maupun mobil agar lebih hati-hati.

“Ingat 4 siap, yaitu siap kendaraan, siap surat-surat, siap mematuhi kendaraan dan siap pengemudi. Terutama siap pengemudi. Kalau capek atau mengantuk jangan membawa kendaraan. Mending istirahat dulu,” sarannya. (02)

Rekomendasi Berita