oleh

Guru SD Mura Hasilkan Karya Buku

MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) pastinya sangat berbangga sekali dengan pencapaian atau prestasi yang berhasil diraih oleh salah seorang gurunya, Yeni Wiharni,S.Pd, karena sukses mengharumkan Mura dengan karya bukunya di tingkat Sumatera Selatan (Sumsel).

Yeni Wiharni yang merupakan guru SDN Kalibening, Kecamatan Tugumulyo ini berhasil melahirkan sebuah buku dongeng yang berisi cerita rakyat asli setempat yang berjudul ‘Jalak Rogong dan Bereng Kecik’, dan buku ini menjadi satu-satunya cerita rakyat yang terpilih dan diterbitkan oleh Balai Bahasa Sumatera Selatan melalui Literasi Musi Sriwijaya 2000 (LSM-2000).

Saat dibincangi di kediamannya di Jalan Tanah Abang, Kelurahan Simpang Periuk, Kamis (7/2), Yeni sangat terharu dan senang, karyanya bisa terpilih, diterbitkan dan dicetak oleh Balai Bahasa Sumsel melalui Literasi Musi Sriwijaya 2000 (LSM-2000).

“Alhamdulillah, Kamis (31/1) lalu, pihak Perwakilan Balai Bahasa Sumsel bapak Irsan yang menyerahkannya langsung kepada saya cerita rakyat yang saya tulis ini dan sudah berbentuk sebuah buku,” ungkapnya, sambil menunjukkan buku karyanya yang berjudul ‘Jalak Rogong dan Bereng Kecik’ tersebut.

Yeni juga menceritakan awal mula menulis cerita rakyat ini sejak dirinya mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Cerita Rakyat yang diadakan Balai Bahasa Sumsel di Dinas Pendidikan Kabupaten Mura beberapa waktu lalu.

“Cerita ‘Jalak Rogong dan Bereng Kecik’ ini cerita rakyat asli Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, Mura, dan sudah sering saya mendengarnya, hanya saja tidak populer seperti cerita-cerita rakyat lainnya. Untuk itulah saya mencoba menulis cerita rakyat ini, dan Alhamdulillah berkat bantuan narasumber cerita yang merupakan tokoh masyarakat bapak Sudisman Priyatno, S.Sos,MM dan Bapak Lamyu, saya berhasil selesai menulis cerita ini hanya dalam waktu 3 hari, dan ternyata terpilih untuk diterbitkan dan dicetak oleh Balai Bahasa Sumsel dengan nomor-ISBN 978-602-51580-3-2,”ceritanya.

Wanita kelahiran Tebing Tinggi, 15 Januari 1988 ini juga mengatakan jika dirinya mendapatkan info Mulawarman dari Tim Balai Bahasa Sumsel bahwa buku cerita rakyat ini telah dipesan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI sebanyak 1.000 eksemplar untuk dibagikan ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten OKI.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur sekali lagi, buku ini mendapatkan apresiasi karena menginspirasi guru-guru di Kabupaten OKI, sehingga pihak Dinas Pendidikan Kabupaten OKI memesan 1000 eksemplar, dan saya berharap buku ini juga bisa menyebar di sekolah-sekolah di Kabupaten Mura, karena buku ini berisi cerita rakyat asli daerah Mura dan bagus untuk pengetahuan anak-anak pelajar mengenai kebudayaan asli Mura,”ungkap istri dari Sudisman Priyatno dan ibu dari Yolanda Putri Mura dan Agum Sindang Mura ini.

Pada kesempatan ini, Yeni juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Mura, Dinas Pendidikan Mura, dan narasumber cerita Sudisman Priyatno dan Lamyu (tokoh masyarakat) serta Balai Bahasa Sumsel yang telah mendukung saya hingga saat ini.

“Saya berharap guru-guru SD dan MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Mura ke depan lebih baik lagi dan termotivasi untuk mampu menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Dan saya juga sangat berharap respons dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Mura sehingga buku ini dapat terdistribusikan ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Mura. Sehingga pelajar-pelajar Mura dapat lebih mengenal cerita daerah dan budaya asli dari Kabupaten Mura ini,” harapnya. (rrf)

Rekomendasi Berita