oleh

Guru Ngaji Bakal Disertifikasi

Ketua BKPRMI Lubuklinggau, Hasbi Mustofa
“Akan ada tes kembali, untuk memetakan kompetensi guru ngaji. Sehingga yang dinilai belum berkompeten akan dibina lagi. Ini penting. Karena jangan sampai dengan kuantitas guru ngaji yang banyak, tapi kualitasnya tidak terjamin…”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – 1.125 Guru ngaji di Kota Lubuklinggau akan segera disertifikasi. Program ini akan dilakukan Februari 2018 mendatang.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Lubuklinggau, Hasbi Mustofa kepada Linggau Pos, Rabu (17/1).

Menurut Hasbi Mustofa, tidak menutup kemungkinan guru ngaji di Kota Lubuklinggau kompetensinya belum sesuai dengan apa yang seharusnya.

“Oleh karena itu, akan ada tes kembali, untuk memetakan kompetensi guru ngaji. Sehingga yang dinilai belum berkompeten akan dibina lagi. Ini penting. Karena jangan sampai dengan kuantitas guru ngaji yang banyak, tapi kualitasnya tidak terjamin. Dengan pemetaan ini, juga bisa mendongkrak pencapaian visi dan misi BKPRMI Kota Lubuklinggau. Salah satunya, menciptakan SDM guru ngaji yang benar-benar bisa meregenerasi pemuda-pemudi yang taqwa pada Allah SWT,” imbuhnya.

Berdasar pemetaan kuantitas yang dilakukan BKPRMI, jumlah guru ngaji paling banyak terdapat di Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Sebenarnya kalau lihat kuantitas, jumlah guru ngaji itu tidak kurang. Tapi memang masih menumpuk. Seperti di Kelurahan Belalau, Kelurahan Ulu Malus, dan Kelurahan Air Kati ini masih sangat jarang guru ngaji,” jelas Hasbi Mustofa lagi.

Pendataan dan pembinaan ulang guru ngaji di Kota Lubuklinggau, kata Hasbi, diharapkan bisa meningkatkan mutu santri TKA/TPA di Kota Lubuklinggau.

“Tujuan kita mendidik anak dengan mengaji di Taman Pendidikan Alquran ini kan agar generasi kita ini tahu apa yang harus mereka lakukan sebagai hamba Allah SWT. Karena pondasi dasar pendidikan anak itu taqwa. Kalau anak sudah ada rasa takut pada Allah SWT, itu sudah jadi modal dia hidup dengan baik sesuai tuntunan Alquran dan Hadits kelak. Jadi selain orang tua, dan guru di sekolah, guru ngaji juga punya peran besar untuk mencerdaskan anak dari sisi agama,” imbuhnya.

Mendengar kabar ini, Yani (45) seorang guru ngaji di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II mengaku senantiasa siap jika ada uji kompetensi untuk guru ngaji.

“Kalau ada pemetaan kualitas, kan kami sebagai guru ngaji jadi punya kesempatan untuk belajar terus. Minimal tidak berpuas diri. Apalagi anak-anak jaman sekarang tidak bisa hanya dibekali bisa tahsin. Kalau hadits harus dijelaskan detail bagaimana tafsirnya. Agar anak-anak tahu manfaat mempelajari hadits itu. Saya setuju dengan rencana BKPRMI ini,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita