oleh

Guru MAN 1 Berintegritas

Lahirkan Generasi Anti Korupsi

LINGGAU POS ONLINE, KALI SERAYU – Pertengahan November 2017 lalu, dua guru MAN 1 Model Lubuklinggau mengikuti Anti Corruption Teacher Supercamp Tahun 2017 . Diselenggarakan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua orang guru MAN 1 Model ini adalah Hj Annisah dan Hj Yenni Agustina. Mereka lolos seleksi dan menjadi dua dari tiga perwakilan Sumatera Selatan untuk mengikuti Teacher Supercamp ini bersama 100 guru madrasah lainnya.

“Alhamdulillah, sebenarnya ada tiga orang guru MAN 1 yang mengikuti seleksi TSC 2017 ini, hanya saja kita berdua dan seorang guru madrasah dari Palembang yang berhasil lolos seleksi mewakili Sumsel mengikuti TSC ini. Dan TSC ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk kita guru madrasah untuk membekali siswa agar memiliki nilai-nilai integritas,” jelas Hj Annisah yang merupakan Waka Kesiswaan MAN 1 Model didampingi rekannya Hj Yenni Agustina.

Annisah juga mengatakan dalam TSC 2017 ini, 100 orang guru yang terpilih dibagi menjadi 4 kategori yakni, kategori media pembelajaran dengan naskah film/drama/teater, kategori media boardgames, kategori project pembelajaran anti korupsi, dan kategori cerita pendek/bergambar.

“Yang mana saya masuk dalam kategori media boardgames dengan menciptakan oardgame Simatikor atau simulasi integrasi matematika anti korupsi. Sedangkan bu Yenni masuk kategori project pembelajaran anti korupsi dengan inovasinya pembelajaran anti korupsi melalui website,” paparnya.

Dijelaskan lagi oleh Annisah, selain mengikuti kegiatan outbong pembangunan karakter, dalam TSC ini guru-guru Madrasah dibekali dengan pemahaman serta ilmu-ilmu mengenai anti korupsi dan bagaimana guru harus berinovasi dan berani dalam mendidik dan mengajar anak agar anak memiliki integritas dengan membekali mereka dengan sembilan nilai integritas tersebut. Diantaranya jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, berani, sederhana dan adil.

“Sebagai guru, kita harus berani bagaimana anak-anak memiliki nilai integritas. Karena orang yang melakukan tindakan korupsi adalah orang yang tidak memiliki integritas. Dan nilai-nilai integritas inilah yang akan rutin kita bekali kepada anak-anak di setiap mata pelajaran apapun yang kita ajarkan,” tuturnya.

Minimal, lanjutnya, kita bisa mengambil hikmahnya dari setiap materi yang kita ajarkan, dari hikmah inilah yang menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak-anak, baik dari kejujuran, mandiri kepedulian dan nilai-nilai lainnya.

“Saya berharap dengan perlahan-perlahan menanamkan nilai integritas kepada anak-anak MAN 1, maka kedepannya pelajar MAN 1 akan menjadi generasi-generasi yang berintegritas dan menjadi generasi yang anti korupsi,” harapnya. (AE02)

Komentar

Rekomendasi Berita