oleh

Guru Kreatif Jangan Gaptek

LINGGAU POS ONLINE – Jadi guru kreatif memang tak mudah. Terlebih, saat ini yang dihadapi adalah anak-anak generasi Z, yang multi talenta dibidang digital dan teknologi. Oleh karena itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Mura) Hartoyo melalui Kabid PAUD dan PNF, Bukhori mengingatkan, agar guru PAUD khususnya jangan sampai gagap teknologi (gaptek) alias gagap teknologi.

Karena kata Bukhori, gaptek bisa menjadi penghambat seorang guru untuk menjadi kreatif.

Sementara guru yang kreatif harus peka terhadap perkembangan jaman. Dia bisa mengombinasikan sesuatu yang bersifat “kuno” atau “jadul” menjadi sesuatu yang menarik. Bagaimana bisa menjadi menarik? Karena dia bisa menggabungkan sesuatu yang “jadul” dengan sesuatu yang modern. Misalnya, memvariasikan permainan tradisional dengan permainan modern.

Disamping itu, imbuh Bukhori, saat ini guru tugasnya bukan hanya mendidik anak. Namun juga harus bisa menemukan talenta anak didiknya.

Bukhori menjelaskan, dengan kepekaan seorang guru, maka dia bisa menghargai setiap talenta/potensi anak didiknya. Dalam hatinya tertanam keyakinan, bahwa setiap anak punya kelebihan. Tugasnya sebagai guru, memberikan kesempatan anak didiknya untuk mengasah potensi itu dan mempertunjukkannya dalam event sekolah.

Disamping itu, dengan keterbatasan sarana dan fasilitas yang ada di PAUD, guru kreatif diharapkan pandai memanfaatkan apa yang ada.

Karena tidak semua media pembelajaran harus dibeli. Bisa dibuat dari benda yang kurang bermanfaat menjadi sarana belajar yang menarik. Guru yang kreatif ini tentunya dapat menghemat biaya atau pengeluaran sekolah karena idenya dalam menemukan sesuatu.

Yang tak kalah penting, imbuh Hartoyo, seorang guru kreatif bisa menerima kritik.

“Sebuah kritik bukanlah sesuatu yang menyudutkan bagi seorang guru yang kreatif. Justru di situlah seorang guru yang kreatif bisa belajar dari kekurangannya dan kesalahannya. Dia akan berpikir bagaimana caranya agar kekurangannya bisa diminimalkan atau bahkan menjadi sebuah kelebihan, dan tidak mengulang kesalahan yang sama,” imbuh Hartoyo.

Selain itu, yang terakhir, seorang guru yang kreatif biasanya kaya akan ide sehingga tidak ingin anak didiknya merasa bosan dan tertekan pada saat dia memberikan sebuah materi pelajaran kepada anak didiknya. Maka dia akan selalu mencari cara agar anak didiknya merasa nyaman dengan cara mengajar yang dia berikan.

“Guru kreatif tidak hanya mengajar berdasarkan kurikulum atau materi yang sudah ditetapkan oleh sekolah, namun bisa pula mengembangkannya. Sehingga proses transfer ilmu tidak melulu dengan cara yang sama, namun bisa bervariasi,” imbuhnya. (lik)

 

Rekomendasi Berita