oleh

Guru ini Diduga Lecehkan Santrinya

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Diduga telah melakukan pencabulan dan pelecehan terhadap muridnya. Dzulkipli (37) warga Desa Maur Lama, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Kamis (16/11).

Kepala Kejaksaan (Kajari) Lubuklinggau, Hj Zairida didampingi Kasi Pidum, Hapit melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erwina Dimatnusa menerima limpahan tersebut dan langsung dilakukan pemeriksaan awal.

“Berkas terdakwa Dzulkipli sudah lengkap atau P21, maka dalam waktu dekat terdakwa akan segera disidang,” kata Erwina Dimatnusa.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan terdakwa diduga telah melakukan pelecehan terhadap siswanya di pondok pesantren.

“Kita akan membuktikan itu di persidangan, apakah memang telah melakukan pelecehan dan kalau memang benar bagaimana kejadian itu,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini pihaknya belum bisa menentukan berapa hukuman yang bakal dijatuhkan dalam surat tuntutan, karena akan melihat peran terdakwa mengenai hal ini.

“Fakta persidangan merupakan dasar kita untuk menjatuhkan surat tuntutan,” jelasnya.

Kronologis kejadian yang membuat terdakwa harus mendekam di penjara. Bermula, Sabtu (23/9/2017), sekitar pukul 11.00 WIB, bertempat di dalam kamar asrama di Sekolah Madrasah Attauhit Wannur Desa Maur Lama, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara diduga telah melakukan ancaman kekerasan atau memaksa melakukan tipu muslihat serangkaian membujuk mencabul.

Pada saat kejadian, korban berinisial U (16) tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar dikarenakan sakit dan ia beristirahat di dalam kamar asrama.

Kemudian ketika saat korban sedang tidur tiba-tiba datanglah terdakwa yang adalah guru saksi korban dan langsung membuka pintu kamar asrama dan didiami saksi korban yang sedang tidur dan pada saat itu semua siswa lagi belajar, setelah korban masuk kamar saksi korban.

Lalu langsung menutup pintu kamar tersebut melihat saksi korban tidur dengan menggunakan celana pendek dan baju kaos tanpa lengan. Melihat pemandangan tersebut timbul niat dan nafsu terdakwa untuk mencabuli saksi korban yang saat itu sedang tidur, lalu terdakwa langsung mendedikasi saksi korban dan duduk di samping korban dan dengan sengaja terdakwa mencium saksi korban pipi sebelah kanan dan mencium bibir. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita