oleh

Guru Harus Siap Diuji Anak Didik

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Ranah pedagogik penting dikuasai seorang guru. Sebab tanpa memahami itu, guru kerap terjebak pada konflik emosional.

“Kalau guru marah, artinya ada kompetensi yang tidak dikuasai. Nah, agar enjoy saat menjalankan tugas, kuasai kompetensi akademik dan pedagogik. Kalau guru tidak menguasai akademik jangan harap anak-anak nyaman,” terang Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Zulinto usai melantik Pengurus LKBH PGRI dan DKGI Kota Lubuklinggau, Kamis (16/11).

Ia menegaskan, dengan menguasai kompetensi pedagogik guru tidak akan mudah tersinggung dengan siswa.

“Kenapa kita harus tersinggung dengan anak didik. Hilangkan hal-hal begitu! Guru Harus siap diuji anak didik. Hilangkan rasa tersinggung dengan siswa itu,” pintanya.

Dengan adanya LKBH di Kota Lubuklinggau, ia berharap bisa sepenuhnya melindungi dan mendampingi guru saat ada permasalahan.

“Ketika melaksanakan tugas, saya yakin tidak ada guru yang mau melakukan kejahatan dalam mendidik. Oleh karena itu, sekali lagi saya tegaskan tolong kedepankan ranah pedagogik. Ini kunci seorang guru,” tegasnya.

Masih dalam rangkaian menjelang HUT PGRI dan Hari Guru Nasional juga, ia berpesan guru jangan sesekali menelantarkan anak didik.

“Guru jangan sekali-kali merendahkan martabat sendiri. Ayo belajar. Pahami kode etik. Agar siswa-siswi kita merasa terlindungi, dan masyarakat puas menyekolahkan anak di sekolah tempat kita mengabdi,” pesannya.

Ia juga meminta kepada kepolisian, untuk tidak menangkap guru.

“Ya ketika guru menyentik kuping anak, jangan langsung diborgol. Tapi kalau guru maling, melakukan kejahatan seksual dan pakai atau mengedarkan narkoba ya silakan ditangkap. Kalau guru melakukan kesalahan saat mengajar jangan ditangkap. Itu tugas DKG dan LKBH tadi. Selesaikan melalui DKGI dan LKBH,” pintanya.

Karena, kata Zulinto, guru melakukan tindakan pedagogik itu wajar. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita