oleh

Guntur Bawa Dua Senpira

LUBUKLINGGAU – Perkara kepemilikan dua Senjata Api Rakitan (Senpira) laras pendek dan dua butir amunisi mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin(7/1).

Terdakwanya Muhammad Guntur (35) warga RT 3 RW 1 Desa Campur Sari Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas (Mura). Agendanya mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Burnia, SH

JPU mendakwa Muhammad Guntur melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang (UU) Darurat RI No.12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Dakwaan tersebut dibacakan di hadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Syahreza Papelma SH,MH didampingi Hakim Anggota Indra Lesmana SH dan Andi Barkan SH,MH serta Panitera Pengganti (PP) Rusmiati SH.

Berdasarkan surat dakwaan JPU menyebutkan, Sabtu 2 Juni 2018, sekitar pukul 22.00 WIB, anggota Polsek Megang Sakti Mei Hardi hendak melakukan penangkapan terhadap terdakwa berdasarkan laporan tindak pidana penganiayaan.

Kemudian anggota Polsek tersebut menuju Desa Campur Sari. Saat tiba petugas melihat terdakwa sedang berada duduk di warung manisan milik salah satu warga langsung melakukan penangkapan.

Saat dilakukan penggeledahan di badan terdakwa ditemukan Barang Bukti (BB) dua Senpira laras pendek dan dua butir amunisi, disimpan pada pinggang sebelah kanan bagian depan terdakwa.

Selanjutnya petugas langsung mengamankan terdakwa beserta BB ke Polsek Megang Sakti.(awj)

Rekomendasi Berita