oleh

Gubernur Salut Syarif Hidayat Cukup Sabar

LINGGAU POS ONLINE, NIBUNG – Sabtu (23/12) menjadi hari bahagia sekaligus bersejarah bagi H Syarif Hidayat. Pasalnya, kemarin Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) itu resmi melepas status dudanya, yang disandang sejak 16 tahun lalu. Ia mempersunting Lia Mustika, putri H Herman dan Hj Hartini, warga SP 9, Kelurahan Karya Makmur, Kecamatan Nibung.

Dengan menunjukkan senyum khasnya, mengenakan jas hitam kemeja biru H Syarif Hidayat melakukan prosesi ijab kabul, kemarin pukul 09.30 WIB, dipandu oleh Kepala KUA Kecamatan Nibung, Usama dan selaku saksi dari pihak HM Syarif Hidayat yakni H Joko Imam Sentosa dan dari pihak mempelai perempuan, H Devi Suhartoni (Wakil Bupati Muratara).

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H Giri Ramanda Kiemas, yang berlangsung di rumah kediaman orang tua Lia Mustika, H Herman di Jalan Poros Kelurahan Karya Makmur Kecamatan Nibung.

Selanjutnya, pukul 12.30 WIB dilakukan acara syukuran atas pernikahan keduanya, di halaman Kantor Kecamatan Nibung.

Hadir langsung, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H Alex Noerdin bersama istri, Hj Eliza Alex Noerdin yang menaiki helikopter yang mendarat langsung di halaman Kecamatan Nibung.

Dalam sambutannya mewakili pihak undangan, H Alex Noerdin mengucapkan selamat atas terlaksananya walimatul ursy ini. Gubernur mengaku kagum atas kesabaran HM Syarif Hidayat. Pasalnya sejak sang istri berpulang, barulah sekarang merajut kembali rumah tangga, melengkapi secara agama, setelah kurang lebih 16 tahun.

“Walaupun jauh di Nibung, tapi raso-raso dak di Nibung, raso-raso di Griya Agung Palembang, saya sudah lama kenal dengan Pak Syarif Hidayat, dan kagum, karena pasca ditinggalkan sang istri tapi mampu bertahan sudah cukup lama, hampir 16 tahun, kalau orang lain mungkin, bukan 16 tahun, 16 hari sudah berpikir nak nikah lagi,” ungkap Alex Noerdin.

Alex Noerdin mengatakan, sebenarnya di Palembang ada tujuh buah undangan pernikahan, tapi ia bersama istri tercinta hadir langsung ke sini, walaupun jauh.

“Kami berdua datang jauh-jauh semata-mata untuk memberikan doa restu kepada Pak Syarif Hidayat da Lia Mustika. Pernikahan sesuatu yang sakral, sangat direstui oleh Allah SWT. Jadi selamat dan memberikan doa restu, mudah-mudahan menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah,” ungkapnya.

Selaku tuan yang mewakili keluarga HM Syarif Hidayat dan sekaligus keluarga Lia Mustika, yakni H Hafni AS. Dirinya mengucapkan terima kasi atas kehadiran para tamu undangan, khususnya kepada Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewanto, dan perwakilan pemerintah provinsi maupun kabupaten kota lainnya.

Hafni AS menceritakan bagaimana proses perkenalan HM Syarif Hidayat dan Lia Mustika.

“Untuk menghindari keraguan dan menghilangkan opini masyarakat terhadap pernikahan tersebut. Sebelumnya pernikahan ini berlangsung, ada proses tidak sebentar, atau mendadak. Kalau adat Jawa, dilakukan penilaian baik terhadap bibit, bebet dan bobotnya, begitu juga yang dilakukan oleh HM Syarif Hidayat dan Lia Mustika. Pernikahan ini sudah dipertimbangkan secara matang, dengan melihat baik bibit, bebet, maupun bobot, selanjutnya dimusyawarahkan dengan kami selaku pihak keluarga, baru terlaksana pernikahan. Jadi ini bukan dadakan,” ucapnya.

Yang paling utama, mengapa HM Syarif Hidayat maupun Lia Mustika bisa bersatu, karena lebih kepada bibit keturunan, di mana karena keluarga HM Syarif Hidayat dan H Herman pada dasarnya masih dalam satu keluarga, tapi sudah jauh. Untuk itulah, keduanya begitu juga keluarga tidak ada ragu-ragu melaksanakan pernikahan ini.

“Walaupun terpaut jauh dari sisi umur, Lia menerima, untuk saling percaya, saling melindungi, begitu juga dalam hal mahar, tidak juga. Karena maharnya hanya seperangkat alat salat, itu saja,”sebutnya.

Dalam syukuran tersebut, diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Anwar Maksum dan selama acara, para tamu undangan dihibur oleh musik, Hadroh Alhikmah, Desa Sumber Makmur Kecamatan Nibung. Sebanyak 15 orang dipimpin langsung oleh KH Fadly dan diselingi Tarian Bali sebagai Tari Penyambutan. Sebelumnya pada prosesi akad nikah diisi khotbah nikah oleh Ustad Fahrurrozi.(07)

Komentar

Rekomendasi Berita